VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, menilai upaya penanganan banjir di Kota Medan harus dimulai dari tingkat lingkungan. Ia mengusulkan agar Pemerintah Kota (Pemko) Medan memborongkan pekerjaan pembersihan drainase di setiap kelurahan guna mempercepat perbaikan saluran air dan mengurangi genangan ketika hujan turun deras.
“Sistem seperti ini sudah pernah dilakukan sebelumnya. Untuk penanganan banjir skala besar memang harus melibatkan pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS), Pemprov Sumut, dan Pemko Medan, karena masalah banjir juga menyangkut sungai yang melintasi Medan dan Deliserdang,” ujar Paul kepada wartawan di gedung DPRD Medan, Senin (3/11/2025).
Paul menjelaskan, banjir tidak hanya terjadi di kawasan yang dilalui sungai besar, tetapi juga di banyak kelurahan yang jauh dari aliran sungai akibat saluran drainase tersumbat sampah dan endapan tanah. Kalau pengorekan drainase diborongkan, saya yakin persoalan banjir bisa dikurangi, katanya.
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, saat ini Pemko Medan telah menugaskan Petugas Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) di tiap kelurahan. Namun, jumlah personelnya hanya sekitar enam orang per kelurahan, sehingga tidak mampu melakukan pembersihan drainase secara menyeluruh karena panjangnya saluran di tiap wilayah.
Paul menambahkan, penanganan banjir skala besar memang masih menunggu koordinasi lintas pemerintah, termasuk proyek pembangunan Bendungan Lau Simeme yang diharapkan dapat mengurangi debit banjir ketika selesai nanti. Namun, sambil menunggu proyek itu rampung, Pemko Medan perlu fokus mengatasi banjir yang masih bisa ditangani melalui anggaran daerah.
Untuk itu, kata Paul, dalam pembahasan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 yang sedang digodok pada November ini, ia akan mengusulkan agar anggaran pembersihan drainase dimasukkan dalam program Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan. (Vin)










