Batik Pungsari Siap Go Global, Sragen Dorong Ekonomi Kreatif Lokal

Daerah, Sragen124 views

VIRAL24.CO.ID – SRAGEN – Desa Pungsari di Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, kembali menegaskan posisinya sebagai pusat kreativitas batik lokal di lapangan desa berubah menjadi lautan warna dalam Festival Batik Pungsari 2025, ajang tahunan yang kini mulai menatap pasar internasional, Sabtu (1/11/2025).

Sejak pagi, ratusan warga dan tamu undangan memadati lokasi acara. Deretan stan menampilkan beragam karya batik, mulai dari batik tulis klasik hingga batik printing modern — seluruhnya merupakan hasil karya para pengrajin lokal yang dengan tekun menjaga warisan budaya leluhur.

Kepala Desa Pungsari, Suparmin, menjelaskan bahwa festival ini bukan sekadar pameran, melainkan bentuk nyata komitmen desa dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif masyarakat.

“Kami ingin Pungsari tidak hanya dikenal sebagai desa batik, tetapi juga sebagai sentra yang mampu menghasilkan karya berkelas dunia,” ujarnya.

Tahun ini, festival diikuti oleh puluhan sentra batik yang menampilkan 14 jenis batik khas Pungsari. Beberapa di antaranya ialah Batik Tresno Kusumo, Batik Cahaya Sari, Batik Jori Family, Batik Sri Mulyani, Batik Nur Hasida, Batik Widya Kusuma, dan Shea Batik.

Selain menonjolkan keindahan motif, para pengrajin juga menyesuaikan desain dengan tren dan permintaan ekspor dari berbagai negara. Upaya ini sejalan dengan target pemerintah daerah untuk menjadikan Sragen sebagai salah satu pusat produksi batik ekspor di Jawa Tengah.

Festival ini terselenggara atas kerja sama Pemerintah Desa Pungsari dengan sejumlah instansi, seperti Diskumindag, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kominfo, serta Dekranasda Sragen.

Sebanyak 79 stan disiapkan panitia, terdiri dari 20 stan khusus batik dan sisanya menampilkan produk UMKM serta kuliner lokal. Pengunjung juga dapat menikmati pentas seni pelajar, pawai batik, hingga workshop membatik yang terbuka untuk umum.

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, yang membuka acara secara resmi, mengapresiasi langkah Desa Pungsari dalam menjaga dan mengembangkan potensi batik lokal. Kegiatan seperti ini harus terus didukung, karena menjadi jembatan antara budaya, ekonomi, dan pariwisata, katanya.

Salah satu pengrajin batik, Sri Mulyani, mengungkapkan rasa bangganya. Batik kami kini mulai dilirik pembeli dari luar negeri. Semoga festival ini bisa membuka lebih banyak peluang, ujarnya sambil tersenyum. (Susantomo)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *