DPRD Medan Kritik Penataan Kota yang Dinilai Reaktif Jelang APEKSI

Politik1 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Anggota DPRD Medan, Syaiful Ramadhan, mengkritik pola penataan Kota Medan yang dinilainya terkesan reaktif menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Menurutnya, penataan kota seharusnya menjadi program yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya menjelang agenda tertentu.

Syaiful mengatakan langkah Pemerintah Kota Medan mengerahkan camat, lurah, dan kepala lingkungan untuk melakukan penataan kota patut diapresiasi. Namun, ia menilai kebersihan, ketertiban, dan penataan lingkungan harus menjadi kebijakan yang dijalankan secara konsisten.

“Kita mengapresiasi langkah Pemko Medan dalam melakukan penataan kota. Namun hendaknya penertiban dan penataan tidak disandarkan karena adanya event seperti APEKSI, melainkan menjadi kebijakan rutin yang dilakukan setiap saat,” ujar Syaiful kepada wartawan, Minggu (28/6/2026).

Sekretaris Komisi I DPRD Medan itu menegaskan Kota Medan seharusnya selalu tampil bersih, tertib, dan nyaman bagi masyarakat yang setiap hari beraktivitas, bukan hanya ketika menyambut tamu dari luar daerah.

“Baiknya Medan jangan hanya bersih karena akan ada tamu. Medan harus bersih karena memang itu menjadi keharusan dalam menata kota dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Syaiful juga mengingatkan agar penertiban tidak mengorbankan masyarakat kecil. Menurutnya, pemerintah harus mengedepankan pendekatan yang humanis serta memberikan solusi kepada warga yang terdampak.

“Jangan karena ada APEKSI Kota Medan jadi bersih, tetapi jangan pula karena ada APEKSI rakyat justru digusur. Penataan harus mengedepankan rasa keadilan dan kemanusiaan,” ujarnya.

Selain itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut meminta Pemko Medan menerapkan penegakan aturan secara adil tanpa membedakan pihak yang melakukan pelanggaran.

“Pemko Medan jangan tebang pilih dalam menjalankan tugasnya. Semua bentuk pelanggaran harus ditindak dengan ukuran yang sama, tanpa membedakan siapa pelakunya. Dengan begitu masyarakat akan melihat bahwa pemerintah benar-benar serius membangun kota, bukan hanya mempercantik wajah Medan saat ada kegiatan seremonial,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kota Medan terkait kritik tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan. (Vin)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *