Wamendagri Tegaskan Pancasila Jadi Jawaban Hadapi Tantangan Global

Daerah, Jakarta5 views

VIRAL24.CO.ID – JAKARTA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan Pancasila merupakan landasan pemersatu bangsa sekaligus fondasi bagi terciptanya perdamaian dunia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dinilai tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari konflik geopolitik hingga disrupsi teknologi.

Hal tersebut disampaikan Wiyagus saat membacakan pidato tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, pada Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pesan tersebut sejalan dengan tema Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, yakni “Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia”.

“Tema ini merupakan pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” kata Wiyagus.

Ia menjelaskan, Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan. Di tengah dunia yang dilanda ketidakpastian dan ancaman perpecahan, Indonesia tetap mampu menjaga persatuan meski terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan kelompok etnis.

“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” ujarnya.

Wiyagus menambahkan, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut mewujudkan ketertiban dunia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yakni berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Menurutnya, Pancasila juga menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila merupakan instrumen diplomasi penting dalam menjembatani perbedaan dan menyelesaikan konflik di tingkat global.

“Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah merupakan pengejawantahan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab,” tegasnya.

Selain menjadi landasan perdamaian, lanjut Wiyagus, Pancasila juga harus menjadi pedoman moral dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tanpa arah moral dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kehidupan masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pastikan setiap kebijakan publik lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan masyarakat, menjamin hak-hak kelompok yang paling rentan, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang berpotensi merusak persatuan bangsa.

Menutup sambutannya, Wiyagus mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia merupakan bangsa yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa. Selamat Hari Lahir Pancasila, jayalah Indonesia,” pungkasnya. (V24/M.Rambe)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *