VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hj. Sri Rezeki, A.Md., menegaskan jabatan yang diembannya merupakan amanah besar untuk memastikan aspirasi masyarakat tidak hanya didengar, tetapi juga diperjuangkan melalui kebijakan yang berpihak kepada kepentingan warga.
“Bagi saya, jabatan ini bukan sekadar posisi, tetapi amanah untuk memastikan suara masyarakat benar-benar didengar dan diperjuangkan,” tegas Sri Rezeki kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).
Politisi PKS itu menyebut sejumlah persoalan masih menjadi perhatian masyarakat Kota Medan, mulai dari banjir, drainase, jalan, penerangan, kebersihan, bantuan sosial, pelayanan publik, keamanan hingga penguatan ekonomi masyarakat dan UMKM.
Menurut Sri Rezeki, DPRD tidak boleh hanya hadir ketika masyarakat menyampaikan keluhan. Lembaga legislatif harus ikut mengawal penyelesaian berbagai persoalan tersebut agar aspirasi warga tidak berhenti pada forum pertemuan atau sekadar menjadi catatan.
Ia mengatakan aspirasi masyarakat harus diterjemahkan menjadi kebijakan dan masuk dalam proses perencanaan serta penganggaran sesuai kewenangan. Selanjutnya, pelaksanaan program juga harus diawasi untuk memastikan anggaran yang telah ditetapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sri Rezeki juga menekankan pentingnya sikap kritis DPRD terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat. Namun, sikap kritis tersebut harus disertai solusi dan tetap diarahkan untuk menghasilkan kebijakan yang lebih baik bagi kepentingan publik.
Sri Rezeki resmi menggantikan H. Rajudin Sagala, S.Pd.I., sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Medan masa jabatan 2024-2029 melalui rapat paripurna peresmian pemberhentian dan pengangkatan pengganti pimpinan DPRD Medan, Selasa (1/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Medan Rico Waas menyampaikan selamat dan berharap DPRD semakin mengoptimalkan fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan untuk kepentingan masyarakat, termasuk memastikan pembangunan menjangkau wilayah pinggiran serta kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas dan anak-anak. (Vin)






