VIRAL24.CO.ID – MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mendukung percepatan penanganan banjir yang kerap melanda kawasan Pintu Tol Bandar Selamat, Jalan Letda Sudjono, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Penanganan kawasan rawan genangan tersebut akan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan Pemko Medan, Pemprov Sumut dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Dukungan tersebut ditunjukkan Bobby dengan meninjau langsung lokasi banjir bersama Wakil Ketua DPRD Medan H. Zulkarnaen dan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap serta pihak terkait, Selasa (8/9/2026).
Menurut Zulkarnaen, Bobby menegaskan penanganan banjir di Jalan Letda Sudjono harus segera dilakukan dengan pembagian tugas yang jelas antara Pemko Medan, Pemprov Sumut dan Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut.
Salah satu langkah yang menjadi perhatian adalah pembebasan lahan untuk pembangunan kolam retensi. Zulkarnaen mengatakan, lahan tersebut akan digunakan untuk menampung debit air yang dialirkan dari kawasan depan Pintu Tol Bandar Selamat. Ia menyebut Pemko Medan telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan melalui R-APBD 2026 dan didorong segera merealisasikannya.
Selain kolam retensi, penanganan banjir juga akan dilakukan melalui pembangunan drainase sepanjang sekitar 1,7 kilometer, mulai dari Jalan Letda Sudjono di depan Pintu Tol Bandar Selamat hingga lokasi kolam retensi. Pembangunan drainase tersebut akan melibatkan BBPJN dan Pemko Medan sesuai kewenangan masing-masing.
Zulkarnaen menilai percepatan penanganan banjir sangat penting karena genangan di kawasan tersebut telah lama dikeluhkan masyarakat. Selain mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan, kondisi banjir juga disebut berpotensi memicu kerawanan keamanan. Karena itu, ia meminta Pemko Medan segera menuntaskan pembebasan lahan, sementara pembangunan kolam retensi dan drainase dilakukan sesuai pembagian tugas.
Sebelumnya, Bobby memastikan penanganan banjir Jalan Letda Sudjono ditargetkan mulai dikerjakan pada awal 2027. Bobby menyebut kawasan tersebut merupakan jalan nasional sekaligus akses penting menuju Kota Medan melalui Gerbang Tol Belmera sehingga penanganannya membutuhkan sinergi lintas instansi. (Vin)






