DPRD Medan Desak Pemko Tangani Rendahnya Capaian Imunisasi Anak

Politik92 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Sekretaris Komisi II DPRD Kota Medan, H. Iswanda Ramli, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk lebih serius memperhatikan rendahnya capaian imunisasi anak.

Menurut politisi Partai Demokrat yang akrab disapa Nanda itu, masalah rendahnya angka imunisasi bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan (Dinkes), tetapi juga perlu melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan.

“Rendahnya capaian imunisasi di Kota Medan tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinkes. Hal ini juga menjadi tanggung jawab OPD lain, misalnya Disdikbud,” ujar Nanda kepada wartawan, Sabtu (8/11/2025).

Nanda menjelaskan, capaian imunisasi di tingkat sekolah dasar (SD) di Medan tergolong sangat rendah. Padahal, Dinkes melalui puskesmas-puskesmas telah berupaya maksimal dengan melakukan program jemput bola ke sekolah-sekolah. Karena itu, Nanda meminta Disdikbud berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada siswa dan orangtua agar mendukung program imunisasi.

Selain Disdikbud, Nanda juga mendorong perangkat wilayah — mulai dari camat, lurah, hingga kepala lingkungan — untuk ikut aktif mendata anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi. Kepling harus turun langsung, mendata warganya, dan berkoordinasi dengan puskesmas agar orangtua memahami pentingnya imunisasi, ujarnya.

Berdasarkan data Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK), capaian program imunisasi di Kota Medan masih tergolong rendah dan mengalami fluktuasi selama tiga tahun terakhir. Untuk program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), capaian imunisasi siswa SD pada 2023 hanya 1,48%, meningkat menjadi 5,8% di 2024, namun kembali menurun menjadi 2,52% hingga September 2025.

Sementara Imunisasi Baduta Lengkap (IBL) untuk anak usia 12–24 bulan, pada 2023 hanya mencapai 16,23%, naik menjadi 55,08% di 2024, namun turun lagi menjadi 30,5% pada 2025. Untuk Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) bagi bayi usia 0–11 bulan, capaian pada 2023 mencapai 60,09%, meningkat menjadi 73,65% pada 2024, lalu kembali turun menjadi 35,84% hingga September 2025. (Vin)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *