VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab seluruh tingkatan pemerintahan, mulai dari pemerintah desa, kabupaten/kota, provinsi hingga pemerintah pusat. Menurutnya, persoalan pangan menjadi isu mendasar yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Hal itu disampaikan Bobby saat menghadiri penutupan Pelatihan dan Pendidikan Tani Merdeka Sumut-Aceh di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumut, Medan, Selasa (28/7/2026).
Bobby mengatakan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor pangan, tidak hanya menjadi tanggung jawab kepala keluarga, tetapi juga menjadi kewajiban pemerintah di setiap tingkatan.
Ia menyebut Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menjadikan ketahanan pangan sebagai salah satu program prioritas nasional. Karena itu, seluruh pihak diminta memastikan program tersebut dapat diimplementasikan hingga ke tingkat paling bawah dan dipahami masyarakat.
“Dan tugas kita adalah bagaimana program presiden ini bisa terimplementasi, bisa sampai ke tingkat paling bawah dan dipahami,” ujar Bobby.
Menurut Bobby, berbagai program yang dijalankan pemerintah pusat, termasuk di sektor pertanian, mulai menunjukkan hasil positif. Salah satunya terlihat dari semakin baiknya penyerapan hasil pertanian yang berdampak pada kesejahteraan petani.
“Hari ini kami melihat program-program yang sudah dilakukan oleh Bapak Presiden sejalan semua, termasuk di bidang pertanian. Kita tahu data-data bagaimana penyerapan hasil pertanian hari ini sudah sangat baik,” katanya.
Untuk itu, Bobby mengajak Tani Merdeka memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumut dalam menjalankan berbagai program pengembangan sektor pertanian.
“Nanti dengan Tani Merdeka mungkin bisa kita kolaborasikan program-programnya, karena kami yakin semuanya sudah ada ahlinya di sana,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Tani Merdeka Sumut, Gusmiyadi, mengapresiasi komitmen Gubernur Bobby Nasution dalam mendukung pembangunan sektor pertanian. Ia juga menyatakan dukungannya terhadap rencana penerapan zonasi pertanian dan peternakan di Sumut yang dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
Pada kesempatan itu, Gusmiyadi mengungkapkan Sumatera Utara belum berhasil menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan 2029. Meski demikian, ia mengusulkan agar Sumut menjadi tuan rumah pertemuan petani tingkat nasional.
“Kita pastikan Sumatera Utara akan menjadi basis konsolidasi kaum petani di seluruh Indonesia,” kata Gusmiyadi.
Penutupan Pelatihan dan Pendidikan Tani Merdeka Sumut-Aceh turut dihadiri Ketua Umum Tani Merdeka Don Muzakir, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, serta sejumlah kepala daerah lainnya. (V24/RT)






