VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumut untuk terus memperkuat fasilitas, sumber daya manusia (SDM), dan kualitas pelayanan di RSUD dr Thomsen Nias. Penguatan tersebut diharapkan mampu menjadikan rumah sakit itu sebagai pusat rujukan layanan kesehatan bagi masyarakat Kepulauan Nias tanpa harus berobat ke luar pulau.
Komitmen tersebut disampaikan Surya saat meninjau RSUD dr Thomsen Nias di Kota Gunungsitoli didampingi Staf Ahli I TP PKK Sumut Titiek Sugiharti dan Bupati Nias Ya’atulo Gulo, Rabu (22/7/2026).
Saat meninjau rumah sakit tipe C tersebut, Surya melihat langsung sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk ruang rawat inap dan peralatan medis. Menurutnya, keberadaan fasilitas seperti CT Scan sangat penting dalam mendukung diagnosis penyakit secara cepat dan akurat.
“Saya melihat ada peralatan medis yang bagus, termasuk CT Scan. Alat ini sangat berguna untuk memindai organ dalam sehingga dokter dapat mengetahui kondisi pasien secara lebih detail,” ujar Surya.
Surya mengatakan, penguatan layanan kesehatan di Kepulauan Nias menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sumut, mengingat wilayah tersebut termasuk kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, lanjutnya, berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan agar masyarakat memperoleh layanan yang memadai di daerahnya sendiri.
“Saya membawa pesan dari Bapak Gubernur. Beliau ingin memastikan Kepulauan Nias keluar dari kategori daerah tertinggal. Hal itu akan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan pembangunan di daerah lain,” katanya.
Selain peningkatan fasilitas, Surya juga meminta seluruh jajaran RSUD dr Thomsen Nias mengedepankan pelayanan yang ramah, profesional, dan berintegritas. Menurutnya, kualitas pelayanan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit pemerintah.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Thomsen Nias Noferlina Zebua menjelaskan rumah sakit tersebut memiliki kapasitas 230 tempat tidur. Namun, alat CT Scan yang dimiliki saat ini mengalami kerusakan sehingga pasien yang membutuhkan pemeriksaan tersebut terpaksa dirujuk ke luar Pulau Nias.
“Kami berharap Pemerintah Provinsi dapat membantu perbaikan CT Scan karena biaya suku cadangnya mencapai sekitar Rp2 miliar. Kami juga membutuhkan dukungan penambahan dokter spesialis, pelatihan bagi perawat, serta pemenuhan logistik kesehatan,” ujar Noferlina.
Di sisi lain, Bupati Nias Ya’atulo Gulo menyampaikan bahwa seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Nias kini telah memiliki rumah sakit, termasuk rumah sakit swasta di Kota Gunungsitoli. Menurutnya, kondisi tersebut mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.
Ya’atulo juga mengungkapkan adanya rencana pengalihan pengelolaan RSUD dr Thomsen Nias kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Pemerintah Provinsi Sumut sesuai arahan pemerintah pusat. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Nias mendukung proses tersebut dan tinggal menunggu tahapan lebih lanjut serta kesiapan pemerintah daerah penerima.
Ia turut mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Sumut terhadap pembangunan sektor kesehatan di Kepulauan Nias. Menurutnya, penguatan fasilitas, SDM, dan pelayanan kesehatan diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan tersebut. (V24/RT)






