Rico Waas Buka Pelatihan Kerja 2026, Perluas Peluang Kerja Masyarakat

Ekonomi, Medan0 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan meningkatkan akses pelatihan keterampilan kerja bagi masyarakat, khususnya warga kawasan Medan Utara, sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Melalui program Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahun Anggaran 2026, Pemko Medan mengalokasikan 60 persen kuota bagi masyarakat Medan Utara. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan alokasi sebelumnya yang berkisar 30 persen.

Dari total 200 peserta yang diterima, sebanyak 122 orang berasal dari Kecamatan Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Deli, dan Medan Belawan. Program ini dibuka langsung Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Aula Gedung Pelindo, Belawan, Selasa (3/11/2026).

Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan, peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu langkah penting untuk menjawab tantangan pengangguran sekaligus memenuhi kebutuhan industri terhadap tenaga kerja terampil.

Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan dunia usaha. Terlebih, jumlah pencari kerja di Kota Medan mencapai lebih dari 100.000 orang setiap tahun.

“Kalau biasanya dulu 30 persen, kali ini menjadi 60 persen. Jadi, dari Medan Utara ada 122 orang. Tentu ini wujud nyata bagaimana kita memperbanyak kesempatan bagi masyarakat Medan Utara,” ujar Rico.

Ia menjelaskan, kebutuhan dunia industri saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada ijazah atau latar belakang pendidikan formal. Perusahaan juga membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan teknis sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.

Karena itu, pelatihan dirancang untuk membekali peserta dengan kompetensi yang dapat diterapkan langsung di dunia kerja. Bidang pelatihan antara lain keselamatan dan kesehatan kerja (K3), barista, tenun, digital marketing, teknisi pendingin atau AC, operator forklift, barber, hingga fabrikasi aluminium.

“Perusahaan tidak saja hanya meminta ijazah atau melihat seseorang kuliah di mana dan jurusannya apa. Mereka juga membutuhkan skill,” katanya.

Selain peningkatan keterampilan, Rico meminta Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan mengembangkan sistem informasi lowongan kerja berbasis digital yang dapat diperbarui secara real time. Sistem tersebut diharapkan mempermudah masyarakat memperoleh informasi pekerjaan sesuai kompetensi yang dimiliki.

Ia juga mengingatkan peserta agar tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi turut membangun kedisiplinan, kejujuran, integritas, dan profesionalisme sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Dalam kegiatan tersebut, Pemko Medan juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan dengan sejumlah perusahaan, di antaranya PT Industri Karet Deli dan PT Pelindo Daya Sejahtera. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan program pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan Ramaddan menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat dan anggota DPRD Medan, termasuk yang disampaikan melalui kegiatan Sapa Warga.

Dari 1.218 orang yang mendaftar, sebanyak 200 peserta dinyatakan diterima. Sebanyak 122 peserta di antaranya berasal dari kawasan Medan Utara.

Ramaddan menambahkan, peserta tidak hanya mendapatkan peningkatan keterampilan dan sertifikasi kompetensi, tetapi juga berpeluang memperoleh penempatan kerja maupun bantuan peralatan untuk memulai usaha secara mandiri.

Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan, meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, serta membuka peluang tumbuhnya usaha produktif yang berdampak terhadap penguatan ekonomi Kota Medan. (V24/ART/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *