VIRAL24.CO.ID – MEDAN – RSUD Dr. Pirngadi Medan untuk pertama kalinya melaksanakan tindakan kateterisasi jantung atau pemasangan ring jantung dengan memanfaatkan peralatan kesehatan bantuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Kehadiran layanan tersebut menjadi langkah pengembangan pelayanan kardiovaskular di rumah sakit milik Pemerintah Kota Medan.
Pelaksanaan tindakan perdana itu disaksikan Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap saat meninjau kegiatan Proctorship Intervensi Nonbedah (INB) Kardiovaskular di RSUD Dr. Pirngadi Medan, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan kunjungan Tim KJSU-KIA dan proctoring Kemenkes RI tersebut turut dihadiri Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes RI dr. Obrin Parulian, Direktur RSUP H. Adam Malik Zainal Syafri, jajaran Tim KJSU-KIA Kemenkes, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Surya Syahputra, serta Plt. Direktur Utama RSUD Dr. Pirngadi Mardohar Tambunan.
Zakiyuddin menyaksikan secara langsung melalui monitor proses tindakan kateterisasi dan pemasangan ring terhadap seorang pasien penyakit jantung. Ia mengapresiasi dukungan Kemenkes RI berupa peralatan medis yang kini mulai dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan pelayanan RSUD Dr. Pirngadi.
“Hari ini kita bersyukur karena untuk pertama kalinya RSUD Dr. Pirngadi melakukan pemasangan ring jantung. Peralatan ini merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan dan hari ini sudah mulai digunakan. Harapan kita, ke depan fasilitas ini benar-benar dapat dimanfaatkan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan tindakan kateterisasi maupun pemasangan ring,” kata Zakiyuddin.
Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan berkualitas tanpa harus berobat ke luar daerah maupun luar negeri.
Menurut Zakiyuddin, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Medan. Terlebih, RSUD Dr. Pirngadi tidak hanya melayani warga Medan, tetapi juga menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah di Sumatera Utara untuk mendapatkan pelayanan medis.
“Setiap hari masih ada masyarakat yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan kamar perawatan, keterbatasan dokter, hingga ketersediaan obat. Ini yang harus kita benahi. Kita ingin masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan layak,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelayanan kesehatan harus diberikan secara adil tanpa membedakan latar belakang ekonomi pasien. Setiap masyarakat, menurutnya, berhak memperoleh penanganan medis yang layak.
“Orang kaya maupun masyarakat kurang mampu, ketika sakit jantung, sama-sama membutuhkan penanganan yang baik. Karena itu, pelayanan kesehatan harus benar-benar kita tingkatkan agar seluruh masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” ujar Zakiyuddin.
Selain dukungan fasilitas, ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Sebab, kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan peralatan medis, tetapi juga kompetensi, profesionalisme, dan kepedulian tenaga kesehatan terhadap pasien.
Zakiyuddin berharap pengembangan layanan jantung di RSUD Dr. Pirngadi dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan di Kota Medan, sekaligus mengurangi kecenderungan warga yang memilih berobat ke luar negeri, termasuk Malaysia.
Sementara itu, Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes RI dr. Obrin Parulian menjelaskan, dukungan pemerintah pusat kepada RSUD Dr. Pirngadi tidak hanya berupa penyediaan sarana dan peralatan kateterisasi jantung atau catheterization laboratory (cath lab), tetapi juga pendidikan dan pelatihan bagi dokter serta perawat.
Melalui dukungan tersebut, RSUD Dr. Pirngadi diharapkan dapat mengembangkan layanan kardiovaskular dan meningkatkan kemampuan penanganan pasien, termasuk peserta BPJS Kesehatan setelah memenuhi persyaratan administrasi dan ketentuan pelayanan yang berlaku.
Pelaksanaan kateterisasi jantung perdana ini menjadi salah satu tahapan pengembangan layanan medis RSUD Dr. Pirngadi. Pemerintah Kota Medan berharap sinergi dengan pemerintah pusat, peningkatan fasilitas, serta penguatan kompetensi tenaga kesehatan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang lengkap, berkualitas, dan terjangkau. (Vin)






