VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengalokasikan 35 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mempercepat pembangunan di kawasan Medan bagian utara yang meliputi empat kecamatan. Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dasar, memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi dan pertumbuhan usaha.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan, komitmen pengalokasian anggaran tersebut tidak hanya dilaksanakan pada 2026, tetapi juga berlanjut pada 2027. Dengan demikian, pembangunan kawasan Medan Utara dapat dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan, terutama dalam pembenahan jalan, drainase, dan infrastruktur pendukung lainnya.
Hal itu disampaikan Rico Waas saat menghadiri acara tatap muka Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Sonny Irawan di Markas Komando (Mako) Polres Pelabuhan Belawan, Kamis (5/11/2026).
Menurut Rico, kawasan Medan bagian utara yang mencakup empat kecamatan memiliki peran strategis sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi Kota Medan. Potensi tersebut didukung berbagai kegiatan perdagangan, jasa, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, pengembangannya masih menghadapi kendala berupa kondisi infrastruktur yang belum memadai, seperti jalan rusak dan saluran drainase yang tersumbat maupun belum tersedia.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemko Medan bersama DPRD Kota Medan menyepakati prioritas penganggaran pembangunan bagi kawasan Medan Utara. Dari total alokasi APBD yang mencakup 21 kecamatan, sebesar 35 persen lebih telah dialokasikan untuk pembangunan di empat kecamatan kawasan tersebut.
“Komitmen kami tidak hanya sampai di tahun 2026 saja. Kami berjanji APBD tahun 2027 juga telah kami kunci 35 persennya untuk pembangunan kawasan Medan bagian utara guna melanjutkan program perbaikan infrastruktur secara bertahap dan berkesinambungan,” ujar Rico di hadapan Kapolda Sumut beserta jajaran Polres Pelabuhan Belawan.
Ia berharap peningkatan infrastruktur dasar dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang, meningkatkan kenyamanan aktivitas perdagangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan Medan Utara. Perbaikan akses jalan dan sistem drainase juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan usaha yang lebih tertata dan mendukung masuknya investasi.
Selain pembangunan infrastruktur, Rico menilai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi. Stabilitas keamanan diperlukan agar masyarakat dapat menjalankan kegiatan usaha dengan nyaman serta investor memiliki kepastian dalam mengembangkan bisnis.
Dalam kesempatan tersebut, Rico mengapresiasi koordinasi jajaran Polres Pelabuhan Belawan bersama para kepala lingkungan dalam menangani gangguan kamtibmas, termasuk kriminalitas dan tawuran warga yang kerap terjadi pada awal tahun.
“Koordinasi dan keseriusan jajaran kepolisian bersama Pemko Medan terasa nyata di lapangan. Angka gangguan kamtibmas kini berkurang drastis. Kami siap terus mendukung penuh agar iklim investasi dan kenyamanan warga Belawan tetap terjaga,” katanya.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan Pos Literasi Satuan Lalu Lintas (Satlantas) di Kecamatan Medan Belawan serta penyerahan bantuan kepada masyarakat.
Melalui kesinambungan pembangunan infrastruktur dan penguatan keamanan, Pemko Medan berharap kawasan Medan Utara semakin berkembang sebagai kawasan ekonomi produktif yang mampu meningkatkan aktivitas perdagangan, memperluas peluang usaha, dan mendorong kesejahteraan masyarakat. (V24/ART/RT)






