VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Anggota Komisi II DPRD Medan, Johannes Maratua Hutagalung, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi Rumah Sakit (RS) Bachtiar Djafar yang dinilainya memiliki manajemen buruk dan tidak profesional. Ia meminta Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan rumah sakit tersebut.
“Rombak total manajemen rumah sakit. Posisi itu harus diisi orang-orang yang berkompeten, yang memiliki kemampuan memperbaiki tata kelola manajemen,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut kepada wartawan, Jumat (12/12/2025), menanggapi minimnya jumlah kunjungan pasien di RS Bachtiar Djafar.
Johannes menekankan pentingnya manajemen yang mampu membuat terobosan dan menghadirkan kebijakan pelayanan yang menarik minat masyarakat untuk berobat.
“Dokter dan perawat harus memberikan pelayanan yang ramah, senyum, dan humanis. Itu hal mendasar dalam meningkatkan kepercayaan publik,” ujarnya.
Diketahui, sejak mulai beroperasi pada 2022, RS Bachtiar Djafar yang berada di Kecamatan Medan Labuhan dinilai mengalami stagnasi dalam kinerja dan tata kelola. Meski rumah sakit swasta di Kota Medan pada umumnya kewalahan melayani pasien, RS milik Pemko Medan itu justru minim kunjungan.
Selain rendahnya jumlah pasien, sejumlah alat kesehatan (alkes) di rumah sakit berlantai enam itu dilaporkan tidak berfungsi optimal. Empat kamar operasi disebut tidak dapat digunakan karena kerusakan serta masalah kebocoran dan bau yang mengganggu.
Data kunjungan pasien menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Pada November 2025, jumlah pasien rawat jalan hanya 409 orang. Selama periode Januari–November 2025, total pasien rawat jalan tercatat 4.572 orang. Untuk rawat inap, jumlahnya hanya 1.100 pasien sepanjang 2025, sementara pada November tercatat 110 pasien.
Pelayanan persalinan juga sangat minim. Dengan jumlah bidan sekitar 26 orang, rumah sakit hampir tidak pernah menangani pasien melahirkan. Sepanjang 2025, pasien melahirkan secara normal hanya mencapai tujuh orang, dan pelayanan persalinan terakhir terjadi pada Januari 2025. Operasi bedah ringan terakhir dilakukan pada Agustus dan hingga kini belum ada lagi tindakan serupa.
Kondisi tersebut turut berdampak pada kedisiplinan tenaga medis. Menurut sejumlah sumber internal, dokter yang bertugas di RS Bachtiar Djafar dilaporkan jarang hadir karena minimnya aktivitas pelayanan.
Johannes berharap evaluasi tegas dari Pemko Medan dapat membangkitkan kembali fungsi rumah sakit agar mampu memberikan pelayanan kesehatan yang layak bagi masyarakat di kawasan Medan bagian utara. (Vin)






