VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Ketua Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (GARPU) Kota Medan M Afri Rizki Lubis mendorong Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Medan untuk lebih fokus meningkatkan pemberdayaan pedagang kecil dan pelaku UMKM di Kota Medan.
Menurutnya, keberadaan UMKM memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Afri Rizki Lubis yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPRD Medan menyikapi kondisi pedagang kecil dan pelaku UMKM di tengah upaya GARPU membantu pengembangan usaha masyarakat kepada wartawan, Minggu (17/5/2026).
Ia meminta Diskoperindag Kota Medan melakukan pendataan menyeluruh terhadap pelaku UMKM agar seluruh pelaku usaha mendapatkan bantuan, pelatihan, pembinaan, hingga dukungan pemasaran produk.
“Pelaku UMKM harus dipastikan mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan, mulai dari bantuan modal, pelatihan usaha, hingga pemasaran produknya,” ujarnya.
Politisi Partai NasDem itu juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap bantuan yang telah diberikan pemerintah kepada pelaku usaha.
Menurutnya, bantuan tidak boleh berhenti hanya pada tahap penyaluran, tetapi harus dipantau efektivitasnya.
“Bagi pelaku usaha yang telah mendapat bantuan modal dan lainnya, Diskoperindag harus menindaklanjuti apakah bantuan tersebut berhasil atau tidak, sehingga bisa dievaluasi kembali. Jangan sekadar memberi bantuan lalu diabaikan,” tegasnya.
Rizki menambahkan, GARPU sebagai organisasi sayap Partai NasDem siap berkolaborasi dengan Diskoperindag dalam memperkuat pemberdayaan pedagang kecil dan UMKM di Kota Medan.
Ia menyebut GARPU memiliki sejumlah program seperti pendampingan usaha, advokasi hak pedagang, bantuan legalitas usaha, hingga penguatan akses permodalan.
“GARPU akan menjadi jembatan antara pedagang dan UMKM dengan pemerintah, termasuk dalam pengurusan izin usaha, bantuan modal, hingga persoalan pungutan liar,” katanya.
Selain itu, GARPU juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan stakeholder lainnya untuk menghadirkan program yang tepat sasaran bagi pedagang kecil.
“Kami ingin program yang benar-benar menyentuh kebutuhan pedagang kecil agar mereka bisa berkembang dan naik kelas,” pungkasnya. (Vin)










