VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, menegur PT PLN agar bertanggung jawab atas dampak pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumut dalam beberapa hari terakhir.
Selain menyoroti gangguan layanan, Bobby juga menilai komunikasi PLN kepada pelanggan terkait jadwal dan wilayah terdampak pemadaman belum dilakukan secara maksimal.
Hal itu disampaikan Bobby saat meninjau Kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Sumatera Bagian Utara (UP2B Sumbagut) di Jalan Yos Sudarso, Lorong XII Nomor 6, Medan, Senin (8/6/2026).
Turut hadir General Manager PLN UID Sumut Mundakhir Salman, General Manager PLN UIP3B Sumatera Amiruddin, Manager UP2B Sumbagut August Achilles, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Sumut Deddy JP Harahap, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Harahap, serta sejumlah pejabat lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Bobby mengatakan masyarakat di berbagai daerah mengeluhkan pemadaman listrik bergilir yang dinilai merugikan, terutama bagi pelaku usaha kecil yang bergantung pada pasokan listrik.
Menurutnya, masyarakat tidak memperoleh informasi yang jelas terkait jadwal maupun wilayah terdampak pemadaman sehingga tidak memiliki waktu melakukan persiapan.
“Masyarakat sudah mengeluh, mereka merugi akibat pemadaman bergilir ini, terutama pengusaha kecil yang mengandalkan penggunaan listrik. Masalahnya, masyarakat tidak diberitahu dengan jelas sehingga tidak ada persiapan, dan itu berulang setiap hari,” ujar Bobby.
Bobby menilai masyarakat masih dapat memahami kondisi darurat akibat kerusakan belasan tower transmisi listrik karena cuaca ekstrem. Namun, kondisi tersebut seharusnya diikuti dengan penyampaian informasi yang transparan dan terkoordinasi kepada pemerintah daerah maupun masyarakat.
“Kalau ada kendala seperti ini, sampaikan ke kami mana yang bisa dibantu. Atau pihak PLN bisa menyampaikan ke kepala daerah agar membantu sosialisasi kepada masyarakat. Jadi jangan seperti ini, terus beralasan,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, Bobby meminta PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan terdampak di Sumut. Menurutnya, kompensasi dapat diberikan dalam bentuk keringanan tagihan listrik maupun diskon pembelian token bagi pelanggan prabayar sesuai ketentuan yang berlaku.
“Besaran kompensasi nanti ditentukan PLN, tetapi yang jelas harus ada kompensasi. Sebagaimana masyarakat terlambat membayar sedikit saja ada sanksi pemutusan hingga pencopotan meteran,” katanya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Sumut, Mundakhir Salman, menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Provinsi Sumut dan masyarakat atas gangguan layanan listrik yang terjadi.
Menurutnya, PLN saat ini terus melakukan percepatan perbaikan terhadap 12 tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang mengalami kerusakan.
Terkait usulan kompensasi bagi pelanggan, Mundakhir menyatakan pihaknya akan meneruskan penekanan Gubernur Sumut tersebut kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengingat kewenangan penetapan kompensasi berada di pemerintah pusat.
Meski demikian, PLN menargetkan proses perbaikan jaringan listrik dapat diselesaikan dalam dua hingga tiga hari ke depan sehingga pasokan listrik kembali normal. (V24/RT)






