DPRD Medan Soroti Kemunculan Buaya, Pemerintah Diminta Lindungi Nelayan

Politik3 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Anggota Komisi 4 DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Zulham Efendi, mendesak Pemerintah Kota Medan segera mengambil langkah konkret menyikapi kemunculan buaya muara di kawasan perairan Siombak hingga Paloh Gayor. Keberadaan satwa liar yang diperkirakan sedikitnya delapan ekor itu dilaporkan meresahkan warga, terutama nelayan kecil dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai serta muara.

Zulham menegaskan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Ia meminta pemerintah segera turun ke lapangan untuk memverifikasi kondisi, memetakan lokasi kemunculan buaya, dan menilai potensi ancaman terhadap warga di sekitar permukiman, tambak, serta lokasi pencarian ikan dan kerang.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan sampai kita menunggu jatuhnya korban terlebih dahulu baru kemudian melakukan penanganan. Pemerintah harus segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya dan mengambil langkah antisipasi,” tegas Zulham kepada wartawan di Medan, Minggu (25/10/2026).

Politisi PKS dari Medan Utara itu meminta Pemko Medan berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, aparat kewilayahan, dan instansi terkait. Ia juga mendorong pemantauan berkala di aliran sungai, kawasan muara, serta titik-titik yang dilaporkan menjadi lokasi kemunculan buaya, termasuk Paloh Gayor.

Menurutnya, informasi mengenai lokasi rawan perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah juga diminta menyiapkan langkah perlindungan bagi nelayan kecil yang tetap harus mencari nafkah di kawasan tersebut.

“Nelayan kecil tidak bisa begitu saja menghentikan aktivitasnya karena mencari ikan merupakan sumber penghidupan mereka. Karena itu, pemerintah perlu memberikan perlindungan dan solusi yang tepat agar masyarakat tidak dihadapkan pada pilihan antara mencari nafkah dan mempertaruhkan keselamatan,” ujarnya.

Zulham, yang juga menjabat Ketua Bidang Petani, Peternak dan Nelayan DPW PKS Sumatera Utara, mengimbau masyarakat untuk sementara menghindari aktivitas berisiko di perairan yang dilaporkan menjadi lokasi kemunculan buaya. Warga diminta tidak mandi atau berenang di lokasi rawan, tidak membiarkan anak-anak bermain di sekitar perairan tersebut, serta tidak mendekati, memberi makan, memancing, atau mencoba menangkap buaya sendiri.

Terkait dugaan warga bahwa kenaikan air pasang dan kondisi lingkungan berpengaruh terhadap kemunculan buaya di bagian hulu sungai, Zulham meminta instansi berwenang melakukan kajian berdasarkan pemeriksaan dan data yang memadai.

“Persoalan ini harus ditangani secara serius, bukan hanya dengan imbauan. Perlu ada langkah cepat, koordinasi lintas instansi, dan sistem peringatan bagi warga. Pada saat yang sama, penanganan buaya harus dilakukan oleh petugas yang kompeten dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa liar,” pungkasnya. (Vin)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *