VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan terus mendorong percepatan digitalisasi penerimaan daerah melalui pengembangan inovasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD). Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Medan QRESTO (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization) untuk mengoptimalkan penerimaan pajak daerah.
Inovasi tersebut dipaparkan dalam kegiatan Benchmarking dan Sharing Best Practice ETPD dalam Mengakselerasi Penerimaan Daerah yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku bersama mitra kerja di Kota Medan. Kegiatan berlangsung di Adimulia Hotel Medan, Rabu (23/9/2026).
Kepala Bapenda Kota Medan M. Agha Novrian hadir sebagai narasumber yang diwakili Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Pajak dan Retribusi Daerah, Popy Maya Syafira, didampingi Kepala Bidang HRH, Irfan Parlindungan Lubis.
Dalam kegiatan tersebut, Bapenda Kota Medan menyampaikan materi bertajuk “Strategi, Inovasi, dan Lesson Learned dalam Akselerasi Penerimaan Daerah”, yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab.
Melalui Medan QRESTO, Bapenda Kota Medan mengembangkan mekanisme digital untuk mengoptimalkan penerimaan pajak, khususnya pada sektor makanan dan minuman. Teknologi tersebut memungkinkan transaksi pembayaran menggunakan mekanisme split payment, sehingga bagian pajak dapat dipisahkan secara otomatis dan langsung masuk ke Rekening Kas Umum Daerah.
Bapenda Kota Medan menilai pengembangan sistem digital tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi dan efektivitas pengelolaan penerimaan daerah. Elektronifikasi transaksi juga didorong untuk meningkatkan penggunaan transaksi non-tunai dalam pelayanan pemerintahan daerah.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara yang menyampaikan materi mengenai success story dan dukungan Bank Indonesia dalam mendorong implementasi ETPD.
Selain itu, PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) memaparkan sinergi dan kontribusinya sebagai bank RKUD dalam mendukung digitalisasi serta percepatan implementasi transaksi pemerintah daerah secara non-tunai. (V24/ART/RT)






