VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka kegiatan Youth City Changers (YCC) menuju Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 itu diikuti ratusan perwakilan pemuda dan komunitas dari berbagai kota anggota APEKSI di Hotel Le Polonia, Minggu (28/6/2026).
Pembukaan Youth City Changers ditandai dengan pemukulan gendang taganing. Setelah seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bertema Inspirasi Kota Tangguh yang menghadirkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, dan Wali Kota Medan Rico Waas sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Rico Waas menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Medan sebagai tuan rumah pelaksanaan Youth City Changers. Ia mengatakan forum tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan dan inovasi dalam mendukung pembangunan perkotaan.
Menurut Rico, tema “Anak Muda Tangguh untuk Indonesia” yang diusung dalam Youth City Changers merupakan bagian dari tema besar Rakernas APEKSI XVIII, yakni “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”.
Ia menjelaskan tema tersebut berangkat dari pengalaman Kota Medan menghadapi bencana hidrometeorologi pada November 2025 yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Rico menilai ketangguhan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemampuannya menghadapi bencana, tetapi juga dari kecepatan melakukan pemulihan setelah bencana terjadi.
Karena itu, menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun kota yang tangguh. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk relawan dan generasi muda.
Ia menyebut terdapat tiga pilar utama dalam membangun kota yang tangguh, yakni mitigasi dan penanganan pascabencana yang terintegrasi, penguatan semangat gotong royong, serta keterlibatan aktif relawan dan generasi muda.
Rico juga mengajak para peserta Youth City Changers menjadi generasi yang adaptif, peduli, dan mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan perkotaan.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman dan diskusi interaktif. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan kepada para narasumber mengenai kepemimpinan, inovasi, dan pembangunan kota yang berkelanjutan. (Vin)










