TFG SispamKota, Pemko Medan Soroti Pentingnya Sinergi Pengamanan

Medan5 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen dalam menghadapi potensi gangguan keamanan saat menghadiri Tactical Floor Game (TFG) SispamKota yang digelar Polrestabes Medan, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dhira Brata Sat Brimob Polda Sumut ini menjadi simulasi untuk menguji kesiapan aparat dan instansi terkait dalam menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran lalu lintas di Kota Medan.

Didampingi Kasatpol PP M. Yunus dan Kadis Perhubungan Irsan Idris Nasution, Zakiyuddin menegaskan bahwa pengamanan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Jika terjadi situasi tidak terkendali, objek seperti pusat perbelanjaan bisa menjadi sasaran. Karena itu, semua pihak harus siap, termasuk rumah sakit dalam penanganan korban,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas instansi melalui latihan dan simulasi berkelanjutan, serta perhatian terhadap jalur akses yang berpotensi dimanfaatkan massa.

“Simulasi ini penting agar kita siap sebelum kejadian, bukan setelah terjadi baru bertindak,” katanya.

Selain itu, Zakiyuddin menyoroti peran media sosial dalam memobilisasi massa secara cepat, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang tepat untuk mencegah eskalasi situasi.

Sementara itu, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, menyampaikan pengamanan difokuskan pada empat objek vital, yakni Kantor DPRD Sumatera Utara, DPRD Kota Medan, Kantor Gubernur Sumut, dan Kantor Wali Kota Medan.

Sebanyak 3.800 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Pemko Medan disiapkan dan akan ditempatkan di titik strategis. Selain itu, tim penyekat juga dibentuk di pintu masuk kota, seperti Terminal Amplas dan Pinang Baris, untuk mengantisipasi pergerakan massa dari luar daerah.

“Pergerakan massa dari luar kota harus dapat dikendalikan,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga menyiapkan tim penegakan hukum serta memantau potensi penggerak aksi, termasuk melalui media sosial. Meski demikian, penyampaian aspirasi masyarakat tetap dijamin selama berlangsung tertib.

Melalui simulasi ini, seluruh pihak diharapkan semakin siap menjaga kondusivitas Kota Medan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan tertib. (Vin)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *