Terseret Arus Bengawan Solo, Pemuda Asal Sragen Ditemukan Meninggal

Sragen15 views

VIRAL24.CO.ID – SRAGEN – Upaya penyelamatan sempat dilakukan terhadap Irsad Rivai Musslih (19), warga Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, yang terseret arus Sungai Bengawan Solo. Namun derasnya arus membuat korban tidak berhasil diselamatkan. Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu korban bersama tiga rekannya berada di tepian Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dukuh Ngipang, Desa Gawan. Karena cuaca panas, korban memutuskan turun ke sungai untuk berendam.

Mengetahui korban tidak mahir berenang, salah seorang rekannya, Dista, ikut turun ke sungai untuk mendampingi. Namun, tidak lama kemudian korban diduga terpeleset dan terseret arus sungai yang cukup deras.

Dista sempat berusaha mempertahankan pegangan pada tubuh korban agar tidak hanyut. Akan tetapi, derasnya arus membuat keduanya terbawa hingga sekitar 200 sampai 250 meter ke arah hilir.

Seorang remaja bernama Choki Putut Saputro (16) yang berada di tepi sungai melihat keduanya meminta pertolongan. Choki kemudian melemparkan bola plastik ke arah mereka. Dista berhasil meraih bola tersebut sehingga dapat diselamatkan ke tepian sungai, sedangkan korban yang diduga kehabisan tenaga akhirnya tenggelam dan hilang dari permukaan air.

Kepala Desa Gawan, Sutris, mengatakan rekan-rekan korban mengetahui bahwa korban tidak dapat berenang sehingga salah seorang di antaranya berinisiatif mendampingi saat korban turun ke sungai.

“Korban pamit kepada teman-temannya untuk berendam karena cuaca panas. Salah satu temannya ikut turun karena tahu korban tidak bisa berenang,” ujar Sutris.

Menerima laporan kejadian tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri atas BPBD Kabupaten Sragen, Basarnas, TNI, Polri, serta puluhan relawan langsung melakukan pencarian sejak Minggu sore. Operasi pencarian dilanjutkan pada Senin (20/7/2026) dengan penyisiran melalui jalur air dan darat.

Korban akhirnya ditemukan pada Senin sekitar pukul 20.20 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, tim SAR mengevakuasi jasad korban pada pukul 21.00 WIB untuk dibawa ke rumah sakit guna menjalani pemeriksaan medis atas permintaan pihak keluarga.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan resmi ditutup. Seluruh personel SAR gabungan yang terlibat kemudian kembali ke instansi masing-masing setelah menyelesaikan misi kemanusiaan. (Susantomo)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *