VIRAL24.CO.ID – SRAGEN – Penantian panjang warga Desa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, akhirnya berakhir. Jalan yang selama puluhan tahun rusak parah dan nyaris tak tersentuh pembangunan kini resmi digunakan setelah diresmikan pada Minggu 25 Januari 2026 kemarin.
Pembangunan jalan tersebut menjadi bukti konkret sinergi lintas partai politik dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Proyek ini terwujud melalui kolaborasi Anggota DPRD Sragen Fraksi Partai NasDem, Tono, dan Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Sriyanto Saputro, melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Tahun 2025.
Anggota DPRD Sragen Tono menyebut jalan di Desa Kebonromo merupakan salah satu titik yang paling lama mengalami kebuntuan pembangunan. Selama dua periode menjabat, ia mengaku telah berulang kali mengusulkan perbaikan, namun keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama.
“Ini bukan soal lama atau baru menjabat, tetapi soal kewenangan dan kemampuan anggaran. Tanpa dukungan pemerintah pusat, jalan ini tidak akan pernah tersentuh. Kehadiran Pak Sriyanto menjadi jawaban atas kebuntuan tersebut,” ujar Tono, Rabu (28/1/2026).
Sebelum dibangun, kondisi jalan dikenal ekstrem. Saat musim hujan, badan jalan dipenuhi lumpur tebal, sedangkan di musim kemarau debu pekat mengganggu aktivitas warga. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas pertanian dan distribusi hasil panen. Bahkan, genangan air dari sawah warga kerap meluber hingga ke badan jalan.
Sementara itu, Sriyanto Saputro yang kini duduk di Komisi V DPR RI mengungkapkan aspirasi pembangunan jalan tersebut telah ia dengar sejak empat tahun lalu. Namun, realisasi baru memungkinkan setelah dirinya memiliki kewenangan langsung di bidang infrastruktur.
“Saat saya turun langsung ke lokasi, kondisinya memang sangat memprihatinkan. Jalan ini bukan sekadar akses transportasi, tetapi urat nadi perekonomian warga. Karena itu saya perjuangkan melalui program IJD,” kata Sriyanto.
Selain pembangunan infrastruktur jalan, kolaborasi keduanya juga menyentuh sektor sosial, di antaranya bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga sekitar.
Sriyanto menambahkan, pemilihan wilayah Ngrampal bukan semata pertimbangan politis, melainkan didasari kuatnya partisipasi dan kesadaran politik masyarakat. Menurutnya, hal tersebut menjadi tanggung jawab moral untuk menghadirkan manfaat nyata bagi warga.
Kini, jalan di Desa Kebonromo tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol bahwa perbedaan partai politik bukan penghalang untuk bekerja bersama demi kepentingan rakyat. (Susantomo)






