Respons Dinilai Lambat, DPRD Medan Desak Peralatan Evakuasi Ditambah

Politik66 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Medan dalam beberapa hari terakhir kembali memicu banjir besar di sejumlah kawasan. Genangan dilaporkan merendam permukiman warga, khususnya di Medan Barat, Medan Helvetia, Medan Baru, dan sebagian Medan Petisah. Kondisi ini menambah panjang daftar wilayah rawan banjir yang harus ditangani secara serius oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

Menanggapi situasi tersebut, Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, mendesak Pemko Medan untuk memperbesar anggaran penanganan banjir serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Ia menegaskan, kejadian banjir kali ini menunjukkan bahwa upaya penanganan belum maksimal, terutama di dua kecamatan yang paling rawan, yakni Medan Barat dan Medan Helvetia.

Antonius mengungkapkan keprihatinannya karena banjir yang terjadi merenggut korban jiwa dan memaksa banyak warga mengungsi tanpa sempat menyelamatkan barang berharga. Menurutnya, derasnya arus dan lambatnya bantuan evakuasi membuat warga nekat menerobos banjir demi menyelamatkan diri. Bahkan, beberapa warga dilaporkan terseret arus hingga masuk ke gorong-gorong akibat keterlambatan penanganan, Ungkapnya kepada wartawan, Senin (1/12/2025).

Selain mendesak peningkatan anggaran, Antonius juga meminta Pemko Medan menambah tenaga honorer di Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Kota Medan agar respons terhadap bencana bisa lebih cepat. Ia mengaku menerima banyak permintaan bantuan dari warga, mulai dari perahu karet hingga makanan dan obat-obatan, namun distribusi terhambat karena akses jalan terputus oleh banjir yang mencapai setinggi dada orang dewasa.

Wilayah-wilayah seperti Karya Sei Agul, Karang Berombak, Brayan, Silalas, serta sebagian Kesawan di Medan Barat disebut sebagai titik terdalam banjir kali ini. Sementara itu, kawasan Helvetia Timur, Cinta Damai, Tanjung Gusta, Helvetia Tengah, Helvetia, dan Dwikora di Medan Helvetia juga memerlukan perhatian serius. Antonius mengingatkan bahwa Medan Barat merupakan titik nol Kota Medan, sehingga secara geografis membutuhkan mitigasi khusus.

Sebagai langkah konkret, Antonius mengusulkan agar Pemko Medan mendata seluruh daerah rawan banjir dan menyediakan dua perahu karet di setiap kelurahan. Ia menekankan bahwa kesiapan peralatan dan personel sangat penting untuk mencegah jatuhnya korban. “Banjir kemarin adalah peringatan keras. Ini tidak boleh dianggap sepele. Pemerintah harus siap dengan segala perlengkapannya,” ujarnya, sembari meminta alokasi anggaran khusus untuk evakuasi, logistik, hingga kesiapsiagaan petugas. (Vin)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *