Proyek Miliaran Gagal Atasi Banjir, DPRD Desak Pemko Medan Berbenah

Politik88 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Banjir besar yang merendam hampir seluruh wilayah Kota Medan dalam beberapa hari terakhir dinilai sebagai bukti bahwa penanganan banjir di kota ini masih jauh dari tuntas. Anggota DPRD Medan Fraksi PKS, Datuk Iskandar Muda, A.Md, menyebut peristiwa tersebut bukan sekadar bencana alam, melainkan kegagalan sistemik dalam manajemen infrastruktur dan respons pemerintah kota.

Datuk mengatakan banyak warga mengeluhkan minimnya bantuan darurat, keterbatasan posko, hingga lambatnya respons instansi terkait, padahal banjir kali ini mengakibatkan kerusakan signifikan serta mengganggu aktivitas ekonomi. Menurutnya, dalam situasi darurat, masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah yang aktif dan terlihat langsung di lapangan.

“Realitanya, masyarakat merasa berjalan sendiri menghadapi musibah ini,” ujar anggota Komisi IV DPRD Medan itu, Jumat (28/11/2025). Ia menegaskan bahwa kepemimpinan yang responsif sangat diperlukan ketika hampir seluruh kota terendam.

Ia juga menyoroti proyek-proyek pengendalian banjir senilai miliaran rupiah yang dibangun beberapa tahun terakhir, namun dinilai tidak mampu mengurangi dampak banjir. Datuk menyebut banyak drainase baru yang tersumbat, kolam retensi yang tidak berfungsi optimal, serta pekerjaan infrastruktur yang dikerjakan tanpa kajian teknis mendalam.

Ini bukan lagi soal teknis, tapi soal tata kelola. Jika proyek dibangun tanpa perhitungan dan pengawasan, hasilnya tetap sama kota banjir, anggaran habis, dan warga yang menjadi korban, ujarnya. Ia menilai pola kerja yang selama ini diterapkan cenderung reaktif dan tidak berbasis perencanaan jangka panjang.

Karena itu, Datuk mendesak Pemko Medan melakukan evaluasi menyeluruh dan membangun sistem penanganan banjir yang modern serta berbasis data. Ia merekomendasikan lima langkah mendesak, antara lain penataan ulang drainase kota, penguatan koordinasi lintas instansi, pembangunan early warning system, dan pelibatan masyarakat dalam edukasi serta pengawasan infrastruktur.

Politisi asal Kisaran tersebut menegaskan bahwa banjir kali ini harus menjadi alarm serius bagi pemerintah kota. Warga Medan sudah cukup sabar. Kini saatnya pemerintah menunjukkan kerja nyata, bukan sekadar janji, pungkasnya. (Vin)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait