VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus melakukan restrukturisasi dan perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meningkatkan efisiensi serta memastikan perusahaan negara memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI yang diikuti DPRD Kota Medan melalui rapat paripurna, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut jumlah BUMN yang sebelumnya mencapai lebih dari 1.000 perusahaan akan terus dikurangi hingga tersisa sekitar 250–300 perusahaan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari penataan perusahaan negara agar lebih efisien dan profesional.
“Dari seribu lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300. Ujungnya nanti 250,” kata Prabowo.
Prabowo mengatakan pemerintah akan melanjutkan penataan terhadap BUMN yang dinilai tidak efisien dan tidak memberikan keuntungan. Restrukturisasi dilakukan untuk menciptakan perusahaan negara yang lebih rasional, efisien, transparan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ia menyoroti masih adanya BUMN yang tidak menghasilkan keuntungan, tetapi tetap harus menanggung berbagai biaya operasional, termasuk gaji direksi dan komisaris.
Menurut Prabowo, pengurangan jumlah BUMN akan membantu menekan biaya overhead sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan negara.
Prabowo menegaskan seluruh BUMN harus dikelola secara profesional dan transparan karena perusahaan negara merupakan aset yang dimiliki seluruh rakyat Indonesia.
Pemerintah berharap restrukturisasi tersebut dapat memperkuat kinerja BUMN, meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan negara dan memastikan manfaat perusahaan negara dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (Vin)






