Minim Respons Pemda, BMKG Beberkan Tiga Rilis Peringatan Dini Diabaikan

Sumut38 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mengungkapkan bahwa pihaknya telah berulang kali menyampaikan peringatan dini cuaca ekstrem, namun tidak memperoleh respons lanjutan dari pemerintah kabupaten/kota maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terkait upaya mitigasi kepada masyarakat.

Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Endah Pariamita, menjelaskan bahwa informasi peringatan dini telah disampaikan melalui tiga kali rilis resmi. Rilis pertama diterbitkan untuk periode 17–24 November 2025, rilis kedua untuk periode 22–27 November 2025, dan rilis ketiga untuk periode 26 November–2 Desember 2025, termasuk saat BMKG mulai mendeteksi potensi bibit siklon.

Selain melalui rilis resmi, BMKG juga menyebarkan informasi melalui berbagai saluran, seperti BPBD Sumut, media massa, media sosial resmi BMKG, platform digital, serta seluruh akun resmi lembaga tersebut. “Sebagai lembaga yang menyediakan informasi cuaca, kami berharap peringatan yang kami sampaikan ke BPBD juga dapat diteruskan kepada masyarakat luas,” ujar Endah saat memberi keterangan di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis (4/12/2025).

Endah juga mengakui masih adanya kesenjangan kepercayaan publik terhadap informasi cuaca ekstrem. “Kadang ada rasa kurang percaya dari masyarakat. Ketika hujan lebat, mereka menganggap tidak akan ada dampak, padahal potensi risiko tetap ada,” jelasnya.

Untuk mempercepat penyampaian informasi di tingkat lokal, BMKG juga telah mengirimkan peringatan melalui Grup Tim Reaksi Cepat yang berisi unsur perangkat desa dan kelurahan, aparatur kecamatan, TNI, Polri, serta pengawas bendungan dan sungai. “Langkah ini dilakukan agar peringatan dapat segera menjangkau wilayah-wilayah rawan,” katanya.

BMKG berharap masyarakat dan pemerintah daerah semakin tanggap terhadap informasi cuaca ekstrem. “Kami berharap masyarakat semakin aktif memperbarui informasi dari BMKG. Ini bisa menjadi pelajaran bersama agar jika ada hujan lebat atau potensi bencana berikutnya, semua pihak lebih siap dan sigap,” tutup Endah. (V24/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *