Banjir dan Longsor Sumut Terbesar Satu Dekade, 1,6 Juta Jiwa Terdampak

Sumut81 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara sejak akhir November hingga awal Desember 2025 tercatat sebagai salah satu krisis terbesar dalam 10 tahun terakhir. BPBD Sumut merilis data terbaru pada, Kamis (4/12/2025) meski sejumlah sektor strategis masih belum memiliki angka kerugian pasti.

Dalam laporan yang diperbarui pukul 09.00 WIB, tercatat 444.623 kepala keluarga atau 1.682.825 jiwa terdampak. Sebanyak 40.355 jiwa masih mengungsi. Sementara itu, angka korban jiwa meningkat menjadi 307 orang meninggal, 646 luka-luka, dan 167 orang dinyatakan hilang.

Meski dampaknya masif, BPBD mengakui bahwa pendataan kerusakan belum sepenuhnya tuntas, terutama di sektor perumahan, perbankan, serta sejumlah unit layanan publik.

Kerusakan paling nyata terlihat pada infrastruktur dasar. BPBD mencatat 24 ruas jalan dan 88 titik mengalami kerusakan dengan nilai awal kerugian Rp 60,65 miliar. Selain itu, empat jembatan rusak dan belasan tanggul jebol. Di sektor sumber daya air, kerusakan lebih parah 8 daerah irigasi terdampak seluas 2.482 hektare, lima bendung, lima saluran irigasi, dan 13 titik tanggul rusak, dengan kerugian sementara mencapai Rp 85,5 miliar.

PDAM Tirtanadi juga terdampak. Gangguan terjadi pada 13 cabang layanan air bersih dan berpotensi memicu krisis air di berbagai kabupaten/kota.

Sektor pertanian menjadi yang paling terpukul. Total 34.290 hektare lahan terdampak, dengan 4.196 hektare mengalami puso. Kerugian sementara di sektor ini mencapai Rp 828,8 miliar. Pada sektor lain, kerusakan masih belum dinilai, seperti perkebunan (33.316 hektare terdampak) dan peternakan (110.914 ekor ternak terdampak).

Sektor pendidikan juga lumpuh. BPBD melaporkan 374 sekolah rusak, 263 SD, 32 SMP, 25 SMK, 51 SMA/SM, dan tiga SLB—dengan total kerugian mencapai Rp 210,6 miliar. Untuk 188 rumah sakit, 350 puskesmas, 1.006 pustu, serta 54 rumah ibadah, pendataan masih berlangsung.

Sektor perumahan, yang paling ditunggu publik, juga belum memiliki angka kerugian final. Hingga pagi ini, BPBD baru memastikan 40.784 unit rumah terdampak, sementara nilai kerugian masih dalam proses rekapitulasi.

Peta BPBD menunjukkan kerusakan terparah terjadi di wilayah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Dairi, Humbang Hasundutan, Simalungun, Deliserdang, dan Medan untuk sektor banjir. Kombinasi topografi dan intensitas hujan ekstrem menjadikan kawasan-kawasan ini sebagai episentrum bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Sumut menegaskan bahwa data yang dirilis merupakan data resmi terbaru, meski sejumlah sektor masih menunggu hasil pendataan lapangan.

Jika digabungkan, total kerugian sementara yang telah dihitung dari beberapa sektor adalah sebagai berikut: infrastruktur jalan Rp 60,65 miliar, sumber daya air Rp 85,5 miliar, pendidikan Rp 210,6 miliar, dan pertanian Rp 828,8 miliar. Total sementara mencapai Rp 1,18 triliun. Angka ini belum termasuk kerugian besar dari sektor perumahan, kesehatan, air bersih, perkebunan, peternakan, dan perbankan yang masih dalam proses pendataan. (V24/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *