VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution melantik tiga pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. Dalam kesempatan tersebut, Bobby menekankan pentingnya target pembangunan yang terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan berlangsung di Aula TRN, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Jumat (18/9/2026).
Tiga pejabat yang dilantik yakni Terang Dewi Susantri Ujung sebagai Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut, Rudi Hadian Siregar sebagai Kepala Biro Umum Setdaprov Sumut, serta Evan Botung Daulay sebagai Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut.
Bobby meminta para pejabat yang baru dilantik menjalankan amanah dan tugas dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, jabatan yang diemban harus dapat dipertanggungjawabkan, termasuk di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.
“Harapan kami, Anda bisa menjalankan amanah dan tugas dengan sebaik-baiknya. Karena jabatan itu nantinya harus Anda pertanggungjawabkan, terutama di hadapan Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Bobby, didampingi Wakil Gubernur Sumut Surya, Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor, serta pimpinan OPD Pemprov Sumut.
Dalam arahannya, Bobby menyoroti pentingnya target capaian pembangunan di setiap sektor. Khusus bidang pariwisata, ia meminta intervensi pemerintah dilakukan berdasarkan data yang akurat agar dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Sumut.
“Saya berharap selesai pelantikan, bagaimana bisa meningkatkan jumlah wisatawan melalui berbagai event. Bukan harus seremonial, yang terpenting berbasis data yang akurat, apa yang harus diintervensi oleh Pemprov Sumut,” katanya.
Bobby juga meminta pengembangan pariwisata disertai perencanaan yang jelas dan target capaian dalam periode tertentu. Menurutnya, sektor pariwisata tidak dapat berjalan sendiri sehingga membutuhkan dukungan dan kolaborasi lintas OPD, termasuk melalui pembangunan infrastruktur.
“Jumlah wisatawan kita ini sangat rendah, 200 ribu kunjungan per tahun. Sedangkan di tempat lain, bahkan provinsi di negara tetangga angkanya di atas 2 juta, dan kita hanya 10 persennya. Targetnya juga bukan hanya jumlah kunjungan, tetapi berapa lama wisatawan itu tinggal, di mana semua OPD juga mendukung Disbudparekraf,” ujar Bobby.
Kepada Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Evan Botung Daulay, Bobby meminta penguatan kolaborasi dengan dunia industri, sektor pertanian dan perikanan, serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Langkah tersebut dinilai penting untuk merespons berbagai persoalan ekonomi, termasuk keluhan masyarakat terkait stabilitas harga bahan pokok.
“Perhatikan indikator makro ekonomi, dan jadilah orang tua bagi BUMD serta jangan mempersulit rencana bisnis,” pesan Bobby.
Sementara itu, kepada Kepala Biro Umum Setdaprov Sumut Rudi Hadian Siregar, Bobby menekankan pentingnya efisiensi penggunaan anggaran dalam setiap kegiatan. Belanja pemerintah, kata dia, harus mempertimbangkan efektivitas, manfaat, dan kebutuhan pelaksanaan tugas.
“Untuk kita semua, tolong jauhi korupsi, pungli atau hal yang merugikan masyarakat, merugikan keuangan negara. Apalagi beberapa waktu lalu kita baru dengar paparan dari KPK,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Disbudparekraf Sumut Terang Dewi Susantri Ujung menyatakan siap menjalankan arahan Gubernur Sumut. Ia mengatakan pihaknya akan menyusun rencana pembangunan serta target capaian yang terukur, khususnya untuk pelaksanaan program pada tahun anggaran 2027. (V24/RT)






