VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Datuk Iskandar Muda, A.Md, kembali menyoroti persoalan banjir yang terus berulang di Kota Medan. Menurutnya, berbagai proyek pengendalian banjir seperti kolam retensi, pemasangan U-ditch dan pembangunan drainase belum memberikan hasil optimal meski telah menelan anggaran miliaran rupiah. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat Komisi IV, Rabu (3/12/2025).
Politisi muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mendorong dilakukannya audit teknis terhadap seluruh proyek pengendalian banjir. Ia menilai publik berhak mengetahui apakah pembangunan yang dilakukan selama ini sudah sesuai perencanaan dan standar teknis. “Audit penting agar penggunaan anggaran lebih transparan,” tegasnya.
Iskandar menyoroti kolam retensi yang dibangun dengan biaya besar tetapi belum mampu menahan puncak banjir. Ia juga menilai pemasangan U-ditch masih bersifat parsial dan tidak tersambung ke drainase utama sehingga tidak menyelesaikan persoalan banjir secara menyeluruh. “Proyek ini harus diaudit agar kita tahu letak persoalannya dan bisa menentukan langkah ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, akar masalah banjir di Medan bukan pada jumlah proyek, tetapi pada perencanaan yang tidak terintegrasi. Ia menyebut sedimentasi dan sampah yang menumpuk, pembebasan lahan yang lambat, serta lemahnya koordinasi antarinstansi menjadi faktor utama yang memperparah kondisi. “Ini murni masalah tata kelola,” katanya.
Untuk itu, Iskandar mendesak Pemkot Medan bertindak cepat dengan melakukan normalisasi drainase dan sungai, memastikan pompa darurat berfungsi, menertibkan pembuangan sampah ke saluran air, serta mempercepat pembebasan lahan kolam retensi. Ia menilai keterlambatan penanganan hanya akan memperburuk dampak banjir yang dirasakan masyarakat.
Iskandar menambahkan bahwa solusi teknis sebenarnya telah tersedia. Namun tanpa perencanaan terpadu, pemeliharaan berkelanjutan, dan koordinasi lintas lembaga yang solid, Kota Medan akan terus menghadapi banjir setiap tahun. “Pemko Medan harus bergerak cepat dan tepat agar warga tidak lagi menjadi korban buruknya pengelolaan pengendalian banjir,” pungkasnya. (Vin)









