VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Warga Kecamatan Medan Tembung, khususnya di Kelurahan Bandar Selamat, mendesak Pemerintah Kota Medan segera mengevaluasi kebijakan rekayasa lalu lintas di Jalan Letda Sujono menuju akses Jalan Tol. Rekayasa yang telah diberlakukan beberapa tahun terakhir itu dinilai tidak efektif karena justru memicu kemacetan yang semakin parah, terutama pada jam-jam sibuk.
Salah seorang warga, Darwin, mengatakan pengalihan arus kendaraan membuat pengguna jalan yang hendak masuk maupun keluar Jalan Tol harus memutar lebih jauh. Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan semakin panjang, terlebih dengan tingginya volume truk kontainer dan kendaraan pribadi yang melintas setiap hari.
“Sejak arus Jalan Letda Sujono dialihkan, kemacetan justru semakin parah. Truk kontainer dan kendaraan pribadi yang hendak masuk maupun keluar tol harus memutar sehingga terjadi antrean panjang yang sangat merugikan masyarakat,” ujar Darwin kepada wartawan, Kamis (23/7/2026).
Selain rekayasa lalu lintas, Darwin juga menyoroti maraknya rumah toko (ruko) yang beralih fungsi menjadi gudang dan pusat distribusi perusahaan ekspedisi. Aktivitas bongkar muat yang dilakukan truk di badan jalan dinilai mempersempit ruang lalu lintas dan memperburuk kemacetan. Karena itu, warga meminta Dinas Perhubungan bersama Satpol PP menertibkan pemanfaatan ruko yang tidak sesuai peruntukan serta menindak kendaraan yang menggunakan badan jalan untuk bongkar muat.
Keluhan serupa disampaikan Anggota DPRD Kota Medan, Ahmad Afandi Harahap politikus Partai Demokrat itu mengaku telah berulang kali menerima pengaduan masyarakat terkait kemacetan di Jalan Letda Sujono saat kegiatan reses, sosialisasi peraturan daerah (Sosper), maupun wawasan kebangsaan (Wasbang).
Afandi menilai kemacetan di Jalan Letda Sujono tidak hanya dipicu oleh rekayasa lalu lintas, tetapi juga aktivitas usaha yang memanfaatkan badan jalan sebagai lokasi bongkar muat. Ia meminta Pemerintah Kota Medan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan lalu lintas sekaligus menertibkan ruko yang difungsikan sebagai gudang agar arus kendaraan kembali lancar. (Vin)







