VIRAL24.CO.ID – JAKARTA – Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) melakukan penggeledahan di tiga lokasi di wilayah DKI Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Langkah ini merupakan upaya untuk menemukan dan melengkapi alat bukti dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan papan tulis interaktif (smartboard) bagi SMP Negeri se-Kota Tebing Tinggi Tahun Anggaran 2024.
Dalam keterangan pers Plh Kasi Penkum Kejati Sumut, Indra Ahmadi Hasibuan, S.H., M.H., disebutkan bahwa tiga lokasi yang digeledah adalah PT BP di Jakarta Barat, PT GEEP di Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dan PT GT Tbk di Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
“Penggeledahan ini dilakukan sebagai tindak lanjut pendalaman terhadap dugaan korupsi proyek pengadaan smartboard di seluruh SMP Negeri se-Kota Tebing Tinggi. Ketiga lokasi tersebut merupakan pihak swasta atau penyedia barang dan jasa dalam proyek tersebut,” jelas Indra.
Dalam penggeledahan itu, penyidik memeriksa ruang kerja, gudang, bagian administrasi, serta beberapa ruangan lain di ketiga perusahaan. Tim juga menyita sejumlah dokumen fisik dan elektronik yang diduga berkaitan dengan kegiatan pengadaan smartboard Tahun Anggaran 2024.
Kegiatan penggeledahan dilakukan setelah penyidik memperoleh izin dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melalui Surat Nomor 48/Pid.Sus-TPK.Geledah/2025/PN.Jkt.Pst, serta izin dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor 1546/Pid.B-GLD/2025/PN.Jkt.Brt. Tindakan itu ditindaklanjuti dengan Surat Perintah Penggeledahan Kajati Sumut Nomor Print-17/L.2/Fd.2/10/2025 tanggal 5 November 2025.
“Diharapkan hasil penggeledahan ini dapat melengkapi alat bukti yang dibutuhkan dan memperjelas penanganan perkara dugaan korupsi tersebut,” ujar Indra.
Secara terpisah, Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumut, Arif Kadarman, S.H., M.H., yang berada di lokasi penggeledahan, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari penggeledahan sebelumnya yang telah dilakukan di wilayah Tebing Tinggi.
“Mudah-mudahan setelah penggeledahan ini proses penyidikan dapat berjalan lebih cepat, dan segera diketahui pihak yang paling bertanggung jawab dalam dugaan korupsi ini,” ungkap Arif.
Indra menambahkan, tim penyidik masih terus mengumpulkan data dan bukti tambahan untuk memperkuat penyidikan. Kami akan terus bekerja secara profesional. Apabila sudah ada perkembangan signifikan, akan segera kami sampaikan kepada rekan-rekan media, pungkasnya. (V24/Red-01)











