VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara (Sumut), Rianto Aghly, SH., MH., memberikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) atas keberhasilannya memberantas peredaran narkoba di wilayah hukumnya.
Salah satu kasus yang menonjol adalah pengungkapan pabrik liquid vape yang mengandung narkotika golongan I serta dua jenis New Psychoactive Substances (NPS), yaitu PFBP dan PV8.
Rianto juga mengapresiasi keberhasilan Polda Sumut dalam menekan lima modus utama peredaran narkoba, yakni:
-
Melalui jalur perairan, khususnya laut di wilayah Asahan, Tanjungbalai, dan Batubara.
-
Diselundupkan oleh pekerja migran dari luar negeri.
-
Diselipkan dalam barang logistik atau pengiriman ekspedisi.
-
Diedarkan di tempat hiburan malam, bahkan oleh pihak manajemen.
-
Diproduksi di pabrik ilegal, termasuk bahan bakunya.
Keberhasilan Polda Sumut dalam menjaga keamanan selama unjuk rasa dan memberantas peredaran narkoba di wilayahnya mendapat penghargaan khusus dari JMSI Sumut. Rianto memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., atas profesionalisme dalam memberikan pelayanan serta pengamanan terhadap aksi masyarakat pada September 2025 lalu.
Apresiasi tersebut disampaikan Rianto Aghly kepada wartawan, pada Minggu (12/10/2025), dalam rangka kunjungan Kasubbid Penmas Polda Sumut dan rombongan ke Kantor Redaksi Sumut24 Group, Jumat 10 Oktober 2025.
Menurut Rianto, apresiasi itu merupakan bentuk pengakuan atas kinerja profesional Polri dalam menjalankan tugas pengayoman masyarakat serta pemberantasan kriminalitas, termasuk begal dan tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor).
Lebih lanjut, Polda Sumut bersama jajarannya berhasil mengungkap 862 kasus dan mengamankan 1.010 tersangka sepanjang Januari hingga September 2025. Dari hasil pengungkapan tersebut, tim gabungan juga menyita barang bukti berupa 145 kilogram sabu, 76 kilogram ganja, 76 ribu butir ekstasi, dan sejumlah barang bukti lainnya.
Apresiasi juga diberikan setelah serangkaian unjuk rasa di wilayah Sumatera Utara pada September 2025 berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Polda Sumut dinilai berhasil menjalankan tugas pengamanan dengan mengedepankan prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia, sehingga masyarakat dapat menyampaikan pendapat secara bebas dan damai.
Dalam kesempatan itu, Rianto Aghly menekankan pentingnya sinergi antara media siber dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas sosial. Ia menilai, Polda Sumut telah menunjukkan sikap profesional dan proporsional selama proses pengamanan, sehingga tidak terjadi gesekan atau konflik yang berpotensi memicu keresahan di masyarakat.
“Kami mengapresiasi sikap profesional Polri, khususnya Polda Sumut, yang telah berhasil menjaga ketertiban umum sambil tetap menghormati hak-hak demokratis masyarakat. Pendekatan yang digunakan sangat baik dan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Rianto Aghly, yang akrab disapa Anto Genk. (V24/Red)






