Jelang Lomba PHBS Sumut, TP PKK Asahan Cek Kesiapan Desa Sijabut

Asahan17 views

VIRAL24.CO.ID – KISARAN – Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, melakukan monitoring kesiapan Desa Sijabut, Kecamatan Air Batu, menghadapi Lomba Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tingkat Provinsi Sumatera Utara. Kunjungan tersebut bersama Staf Ahli TP PKK Kabupaten Asahan berlangsung, Rabu (2/9/2026).

Kunjungan itu turut dihadiri pengurus TP PKK Kabupaten Asahan, organisasi perangkat daerah (OPD) pendukung, Camat Air Batu, Ketua TP PKK Kecamatan Air Batu, Kepala Desa Sijabut beserta Ketua TP PKK Desa Sijabut, kader TP PKK kecamatan dan desa, Kepala Puskesmas Air Batu, serta sejumlah tamu undangan.

Camat Air Batu Muhammad Syarif AR, S.STP., mengatakan Desa Sijabut terus mengembangkan berbagai inovasi untuk mendorong penerapan PHBS di tengah masyarakat. Dua di antaranya adalah Kabar (Kawasan Bebas Asap Rokok) dan Getar (Generasi Tanpa Asap Rokok).

Menurut Syarif, kedua inovasi tersebut telah disosialisasikan kepada masyarakat melalui sekolah, tempat umum, hingga warung yang berada di wilayah Desa Sijabut. Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat, khususnya mengenai dampak kebiasaan merokok.

“Berhenti merokok bukan demi keuangan, tetapi demi kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Yusnila mengatakan monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan Desa Sijabut sebelum Tim TP PKK Provinsi Sumatera Utara melakukan evaluasi Lomba PHBS. Karena itu, seluruh unsur yang terlibat diminta memastikan berbagai persiapan telah berjalan optimal.

“Dalam waktu dekat, Tim TP PKK Provinsi Sumatera Utara akan turun langsung melakukan evaluasi terkait kesiapan Lomba PHBS Tingkat Provinsi. Karena itu, kita ingin memastikan seluruh persiapan di Desa Sijabut sudah berjalan dengan baik,” kata Yusnila.

Ia menegaskan, keberhasilan program PHBS tidak semata-mata diukur dari kesiapan menghadapi perlombaan, tetapi dari sejauh mana perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kebiasaan masyarakat. Untuk itu, Yusnila mendorong pemerintah desa, kader TP PKK, OPD pendukung, tenaga kesehatan, dan masyarakat terus memperkuat sinergi.

“Yang paling penting bukan hanya kesiapan menghadapi perlombaan, tetapi bagaimana PHBS ini benar-benar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih dan sehat, tentu akan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (RE)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *