DPRD Medan Dorong Penetapan Posko Pengungsian di Setiap Kelurahan

Politik37 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Pasca banjir besar yang melanda Kota Medan pada 27 November 2025, Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta segera memperbaiki sistem mitigasi bencana, termasuk penetapan lokasi pengungsian dan pemasangan rambu penunjuk arah. Permintaan tersebut disampaikan Anggota DPRD Medan, Edwin Sugesti Nasution kepada wartawan, Jumat (5/12/2025).

Edwin menilai, warga kesulitan menemukan lokasi pengungsian saat banjir karena tidak adanya petunjuk arah maupun posko resmi yang telah ditetapkan pemerintah. Ia meminta Pemko Medan memasang rambu dan arah penunjuk di setiap kelurahan menuju titik pengungsian. “Dengan adanya rambu-rambu ini, masyarakat lebih mudah mengetahui ke mana harus pergi saat banjir terjadi,” ujarnya.

Selain rambu, Edwin mendorong Wali Kota Medan Rico Waas untuk segera menetapkan posko pengungsian permanen di tiap kelurahan. Menurutnya, pengalaman saat banjir 27 November menunjukkan pendataan dan distribusi bantuan menjadi tidak merata karena warga mengungsi di berbagai titik tanpa koordinasi. “Tanpa posko resmi, pendistribusian bantuan dan pendirian dapur umum menjadi terkendala,” jelasnya.

Lebih jauh, Edwin juga menyoroti lambannya proses evakuasi warga akibat minimnya sarana penyelamatan. Ia mendesak Pemko Medan, melalui BPBD, menyediakan sedikitnya dua unit perahu karet di setiap kecamatan rawan banjir, atau satu unit di setiap kelurahan yang memiliki risiko tinggi. “Kurangnya sarana evakuasi membuat warga harus menunggu lama untuk diselamatkan,” tegas politisi PAN tersebut.

Menurut Edwin, keberadaan perahu karet tidak hanya mempercepat proses evakuasi, tetapi juga memastikan bantuan dapat segera menjangkau titik-titik terdampak begitu banjir terjadi. Kesiapsiagaan ini, jelasnya, dapat mengurangi kepanikan warga dan memperpendek jarak tempuh dalam proses penyelamatan.

Selain untuk keadaan darurat, Edwin menambahkan bahwa perahu karet dapat dimanfaatkan pada situasi normal, seperti kegiatan gotong royong membersihkan aliran sungai dan bantaran. “Perahu karet dapat digunakan untuk menjaga kebersihan sungai ketika tidak terjadi banjir,” pungkasnya. (Vin)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *