VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Ketua TKN Kompas Nusantara, Adi Lubis, meminta agar rencana penyaluran dana hibah sebesar Rp17,5 miliar dari pemerintah pusat untuk perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) Pusat Pasar Medan dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan para pedagang.
Hal tersebut menanggapi rencana bantuan hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk pembenahan fasilitas Pusat Pasar Medan, Jelas Adi Lubis kepada wartawan di Kantor TKN Kompas Nusantara, Sabtu (25/7/2026).
Adi, yang juga menjabat sebagai Ketua Pemenangan Pagar UNRI Prabowo-Gibran Republik Indonesia dan Ketua Harian APPSINDO Kota Medan, mengatakan wacana bantuan hibah tersebut telah muncul sejak kunjungan Anggota DPR RI Lokot Nasution beberapa bulan lalu. Saat itu, Lokot menerima langsung aspirasi pedagang bersama pengurus APPSINDO Sumatera Utara dan Kota Medan terkait kondisi Pusat Pasar Medan yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah.
Menurut Adi, kedatangan anggota DPR RI tersebut mendapat sambutan positif dari para pedagang karena selama bertahun-tahun sarana dan prasarana di pusat perdagangan tradisional terbesar di Kota Medan itu belum memperoleh peremajaan secara menyeluruh.
Akibat kondisi fasilitas yang semakin menurun, kata Adi, jumlah pengunjung terus berkurang. Selain menghadapi persaingan dengan perdagangan berbasis daring (online), para pedagang juga terdampak melemahnya daya beli masyarakat akibat kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Karena itu kami akan mengawal agar dana hibah tersebut benar-benar digunakan sesuai peruntukannya, yakni untuk memperbaiki sarana dan prasarana Pusat Pasar Medan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para pedagang dan masyarakat,” ujarnya.
Adi menilai Pusat Pasar Medan memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan dengan nilai transaksi yang besar. Selama ini, pasar tersebut tidak hanya dikunjungi masyarakat Kota Medan, tetapi juga pembeli dari berbagai daerah di Sumatera, bahkan wisatawan mancanegara.
Namun, lanjutnya, perubahan pola belanja masyarakat, meningkatnya transaksi melalui platform digital, serta kondisi ekonomi yang belum stabil membuat omzet pedagang terus menurun. Menurutnya, di luar momentum hari besar keagamaan, tahun baru, maupun musim masuk sekolah, aktivitas perdagangan cenderung lesu.
Ia optimistis, apabila dana hibah tersebut dimanfaatkan untuk membenahi fasilitas pasar, seperti memperbaiki bangunan, meningkatkan kebersihan, serta menciptakan lingkungan pasar yang lebih nyaman dan tertata, maka minat masyarakat untuk kembali berbelanja di Pusat Pasar Medan akan meningkat.
Karena itu, Adi berharap Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama jajaran Direksi PUD Pasar Medan memastikan penggunaan dana hibah dari pemerintah pusat dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan pedagang agar mampu mempercepat revitalisasi Pusat Pasar Medan serta menggerakkan kembali perekonomian rakyat. (V24/Erwan)






