Bencana Terbesar Satu Dekade, 240 Meninggal dan 182 Hilang di Sumut

Sumut190 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara merilis pembaruan data dampak banjir dan tanah longsor yang melanda 17 kabupaten/kota di wilayah Sumut. Hingga 1 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, total 1.367.760 jiwa tercatat terdampak bencana, dengan 73.199 warga mengungsi, serta 240 korban meninggal dan 182 masih dinyatakan hilang.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, menyebut bencana hidrometeorologi tahun ini merupakan salah satu yang terbesar dalam sepuluh tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa seluruh wilayah terdampak berada pada status darurat dan memerlukan percepatan penyaluran bantuan logistik, terutama pada jalur-jalur vital yang terputus.

“Situasi bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara sangat serius. Data menunjukkan dampak yang sangat luas, baik dari sisi jumlah warga terdampak, korban jiwa, maupun kerusakan infrastruktur. Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk mempercepat penanganan,” ujar Tuahta saat dikonfirmasi, Senin (1/12).

Dari seluruh wilayah terdampak, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Langkat, dan Mandailing Natal tercatat sebagai daerah dengan dampak terbesar. Tapanuli Tengah menjadi yang paling parah, dengan 294.924 jiwa terdampak, 508 luka-luka, 82 meninggal, dan 104 hilang. Di Sibolga, 91.747 jiwa terdampak dengan laporan 47 korban meninggal. Sementara itu, Langkat menghadapi banjir bandang dengan 502.440 jiwa terdampak dan ribuan warga masih mengungsi.

Tuahta menjelaskan bahwa medan yang berat, akses jalan yang terputus, serta cuaca ekstrem menjadi kendala utama dalam percepatan distribusi bantuan. Jalur darat di sejumlah titik di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Langkat mengalami kerusakan parah sehingga mempersulit proses evakuasi dan pengiriman logistik.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, BPBD Sumut bersama TNI/Polri, Basarnas, dan relawan kini bekerja 24 jam untuk melakukan evakuasi korban, pencarian warga hilang, pembukaan akses jalan, distribusi bantuan darurat, hingga mendirikan posko pengungsian dan dapur umum. “Prioritas kami adalah menyelamatkan warga yang masih terjebak, memastikan suplai makanan dan air bersih sampai ke daerah terisolasi, serta percepatan penanganan medis bagi korban luka,” jelas Tuahta.

BPBD Sumut juga meminta tambahan dukungan nasional berupa helikopter, logistik, dan alat berat untuk mempercepat penanganan darurat. Tuahta memastikan pembaruan data akan dilakukan setiap hari seiring masuknya laporan resmi dari daerah-daerah terdampak. (V24/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait