Bakamla Bangun SPKKL di Nias Selatan, Perkuat Pengawasan Perairan

VIRAL24.CO.ID – NIAS SELATAN – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) mulai membangun Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Fasilitas senilai sekitar Rp34 miliar tersebut ditargetkan memperkuat pemantauan keamanan dan keselamatan perairan di kawasan Kepulauan Nias.

Peletakan batu pertama pembangunan SPKKL berlangsung di Kompleks Alo’oa, Desa Orahili Fau, Kecamatan Fanayama, Selasa (15/9/2026). Kegiatan dihadiri Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr., Opsla, Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia, jajaran Bakamla, pemerintah daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Irvansyah mengatakan pembangunan SPKKL memiliki arti strategis karena Kepulauan Nias merupakan wilayah terluar Indonesia yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Kondisi geografis tersebut membutuhkan sistem pemantauan yang mampu mendeteksi berbagai potensi gangguan keamanan maupun keselamatan di laut.

“Nias ini posisinya sangat strategis, merupakan pulau terluar dan kita perlu melaksanakan pemantauan serta menjaga keamanan dan keselamatan di perairan di sini,” ujar Irvansyah.

Menurut Irvansyah, pembangunan SPKKL di Nias Selatan merupakan bagian dari penguatan infrastruktur Bakamla secara nasional. Saat ini, Bakamla tengah membangun sekitar 35 SPKKL di berbagai wilayah Indonesia hingga Papua. Khusus di Nias Selatan, pembangunan diperkirakan berlangsung selama lima bulan dengan nilai anggaran sekitar Rp34 miliar.

“Uang rakyat juga. Mudah-mudahan uangnya bisa bermanfaat, jadinya juga bagus,” katanya.

Selain membangun infrastruktur, Bakamla juga menyiapkan sumber daya manusia untuk mengoperasikan SPKKL tersebut. Pada tahap awal, sebanyak enam personel telah disiapkan dan disebut merupakan putra asli Nias. Bakamla juga membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk bergabung sebagai personel yang nantinya mengawaki fasilitas tersebut.

“Saya juga memberikan kesempatan masyarakat untuk bisa bergabung dengan Bakamla yang nantinya bisa mengawaki SPKKL yang sudah kita bangun ini,” ujar Irvansyah.

Irvansyah menambahkan, penguatan pengawasan diperlukan untuk mengantisipasi berbagai persoalan di perairan Nias, mulai dari aktivitas perikanan, pergerakan kapal di laut lepas hingga potensi penggunaan jalur laut untuk kegiatan ilegal. Salah satu ancaman yang menjadi perhatian adalah penyelundupan narkotika melalui jalur laut.

“Narkoba ini pedagangnya punya banyak uang. Mereka bisa pakai kapal. Ada narkoba yang diselundupkan dengan kapal selam, ada yang pakai udara,” ujarnya.

Selain aspek keamanan, Bakamla berharap kehadiran SPKKL dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat pesisir. Aktivitas kelembagaan dan personel Bakamla di daerah dinilai berpotensi mendorong perputaran ekonomi lokal sekaligus membuka ruang kolaborasi untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan.

“Kita juga akan coba merencanakan untuk menghidupkan masyarakat nelayan dan masyarakat pesisir supaya kehidupan lebih meningkat, kemudian produksi juga meningkat, perikanan juga maju sampai bisa ekspor,” kata Irvansyah.

Sementara itu, Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia menyambut baik pembangunan SPKKL tersebut. Ia menilai kehadiran Bakamla bukan sekadar pembangunan gedung, tetapi menjadi bagian dari penguatan kehadiran negara dalam menjaga wilayah perairan sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat pesisir.

“Kami berharap kehadiran SPKKL ini tidak hanya menjadi sebuah bangunan, tetapi menjadi simbol hadirnya negara dalam menjaga wilayah perairan dan melindungi masyarakatnya,” ujar Sokhiatulo.

Menurut Sokhiatulo, keberadaan SPKKL sangat strategis bagi Nias Selatan yang memiliki wilayah perairan luas dan berhadapan dengan jalur perairan strategis. Pemkab Nias Selatan siap memperkuat sinergi dengan Bakamla, TNI, Polri, serta pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan laut.

Ia juga berharap keberadaan SPKKL memperkuat pengawasan terhadap aktivitas kapal sekaligus mengantisipasi pencurian hasil laut oleh pihak dari luar wilayah. Dengan pengawasan yang lebih kuat, masyarakat pesisir diharapkan semakin merasa aman dalam menjalankan aktivitas ekonomi di laut.

Pembangunan SPKKL tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan kehadiran Bakamla di Kepulauan Nias. Selain mempersempit ruang bagi berbagai aktivitas ilegal di laut, fasilitas ini diharapkan mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. (Kornelius Fau)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *