TP PKK Sumut Kembangkan Aplikasi SIPANDA untuk Tertib Administrasi

Sumut51 views

VIRAL24.CO.ID – TEBING TINGGI – Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengembangkan inovasi aplikasi Sistem Informasi Pelaporan Data (SIPANDA) PKK guna mendukung tertib administrasi dan pelaporan kegiatan berbasis digital.

Aplikasi ini diharapkan mampu membantu kader PKK dalam melakukan pendataan dan pelaporan secara lebih tertib, akurat, dan terintegrasi.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli I TP PKK Sumut, Titiek Sugiharti, pada kegiatan supervisi dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Provinsi Sumut Tahun 2026 di Kota Tebingtinggi, Rabu (8/4/2026).

“Kami berharap tim penggerak PKK kabupaten/kota dapat terus mendukung pemanfaatan aplikasi SIPANDA, sehingga gerakan PKK di Sumut semakin tertib administrasi berbasis digital dan mampu menunjukkan capaian kerja secara nyata,” ujarnya.

Melalui kegiatan supervisi tersebut, TP PKK Sumut juga meninjau langsung pelaksanaan program PKK di daerah, khususnya terkait tertib administrasi. Beberapa program yang menjadi perhatian antara lain Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK, program Aku Hatinya PKK, serta IVA Tes.

Selain sebagai evaluasi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program PKK di tingkat desa dan kelurahan.

Titiek menegaskan pentingnya peran kelompok dasawisma sebagai ujung tombak gerakan PKK di masyarakat, terutama dalam pendataan keluarga, pembinaan, serta kegiatan pemberdayaan.

“Pelaksanaan program PKK diharapkan dapat menjangkau seluruh keluarga. Keberhasilan kegiatan juga sangat ditentukan oleh kolaborasi dengan pemerintah daerah, perangkat desa dan kelurahan, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Tebingtinggi, Muhammad Syah Irwan, menyebut PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembinaan dan penyuluhan masyarakat hingga tingkat lingkungan.

Menurutnya, pada 2026 tantangan pembangunan keluarga semakin kompleks dan menjadi fase penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menambahkan, kegiatan supervisi ini diharapkan menjadi sarana pembinaan dan konsultasi, baik dalam aspek administrasi maupun penyelarasan program PKK dengan visi pembangunan daerah, termasuk percepatan penurunan stunting.

“Peran dasawisma dan PKK menjadi ujung tombak dalam menggerakkan posyandu, edukasi gizi, penguatan ekonomi keluarga, hingga pengembangan UMKM. Melalui UP2K-PKK, digitalisasi produk lokal juga terus didorong agar keluarga tangguh menghadapi dinamika ekonomi global,” ujarnya.

Ia berharap pembinaan terhadap kelurahan pemenang HKG PKK tingkat Kota Tebingtinggi dapat berjalan optimal melalui koordinasi yang berkelanjutan antara TP PKK dan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Sehingga masyarakat di tingkat kelurahan semakin berdaya dan dapat menjadi contoh bagi wilayah lainnya,” pungkasnya. (V24/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *