Investasi Rp3,5 Triliun, PSEL Medan Raya Ditargetkan Beroperasi 2028

Sumut4 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendorong percepatan realisasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Medan Raya yang merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN). Proyek yang melibatkan Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang itu ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada Desember 2026.

Wakil Gubernur Sumut Surya mengatakan, PSEL Medan Raya bukan lagi berada pada tahap perencanaan. Berbagai persiapan telah dilakukan sejak 2023 sehingga saat ini pemerintah daerah bersama pihak terkait perlu fokus mempercepat eksekusi di lapangan.

Hal itu disampaikan Surya saat menerima kunjungan Director Investment Danantara Fadli Rahman di Pendopo Lantai 9 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (10/9/2026).

“Ini sudah dimulai sejak 2023. Berarti PSEL ini sudah start, tinggal eksekusi di lapangan. Tidak ada cerita tidak jalan. Ini program yang sangat baik untuk mengatasi persoalan sampah,” ujar Surya.

Surya menegaskan, pemerintah daerah kini perlu memastikan kesiapan lahan dan kepastian pasokan sampah untuk mendukung operasional PSEL. Proyek tersebut dirancang mengolah sekitar 1.700 ton sampah per hari yang berasal dari Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang. Pasokan sampah itu ditargetkan terjaga secara konsisten selama masa kerja sama hingga 30 tahun.

“Ini tidak lagi masalah anggaran dan perencanaan. Tinggal lahan dan penyediaan sampah selama 30 tahun, 1.700 ton per hari antara Pemko Medan dan Deliserdang,” katanya.

Direktur Investment Danantara Fadli Harman menyebutkan, PSEL Medan Raya membutuhkan investasi sekitar US$200 juta atau setara kurang lebih Rp3,5 triliun. Fasilitas tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas pembangkit sekitar 35-40 megawatt dan mampu menerangi sekitar 110 ribu rumah tangga. Selain menghasilkan energi listrik, proyek ini juga diharapkan mengurangi emisi dari sektor persampahan serta membuka lapangan kerja selama masa konstruksi dan operasional.

“Target kami Desember 2028 sudah beroperasi. Pembangunannya membutuhkan waktu sekitar dua tahun,” ujarnya.

Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan Pemko Medan telah membebaskan sekitar 4,98 hektare lahan di samping TPA Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Pemko Medan juga menyiapkan Rp47 miliar untuk pematangan lahan dan sekitar Rp7,9 miliar untuk pembangunan serta perbaikan akses jalan menuju lokasi PSEL. Untuk menjamin pasokan sampah, Pemko Medan menyiapkan tambahan 26 unit truk pengangkut sampah.

“Pemko Medan siap. Pematangan lahan dalam waktu dekat akan ditenderkan dan kami berharap groundbreaking dapat berjalan sesuai waktu yang ditetapkan,” kata Rico.

Wakil Bupati Deliserdang Lom-Lom Suwondo menyatakan Pemkab Deliserdang siap mendukung PSEL Medan Raya melalui penguatan pengelolaan dan penyediaan sampah. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat TPS 3R serta pengumpulan sampah di tingkat kecamatan. Saat ini, sejumlah titik pengelolaan sampah di Deliserdang memiliki kapasitas sekitar 800 ton.

“Untuk mendukung program ini, kami mempersiapkan langkah untuk menyuplai sampah. Kami memperkuat TPS 3R dan pengumpulan sampah di kecamatan. Kapasitas kami cukup memadai dan kami siap mendukung,” ujar Lom-Lom. (V24/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *