Target Rp14,5 Triliun Terlampaui, Pemko Medan Fokus Kualitas Investasi

Medan107 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengungkapkan realisasi investasi di Kota Medan sepanjang 2025 mencapai Rp14,5 triliun, jauh melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp7,6 triliun. Meski demikian, ia menegaskan capaian tersebut tidak boleh semata dipandang sebagai keberhasilan angka.

“Ini tentu patut disyukuri, tetapi pertanyaan pentingnya adalah apakah investasi yang masuk benar-benar menggerakkan ekonomi dan menciptakan multiplier effect bagi masyarakat,” kata Rico Waas saat membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Medan Tahun 2027 di Hotel Arya Duta, Rabu (21/1/2026).

Rico Waas menjelaskan, sektor investasi terbesar di Kota Medan saat ini berasal dari transportasi dan pergudangan, disusul sektor perumahan dan properti, reparasi, serta perdagangan, hotel, dan restoran. Ia juga menilai sektor kuliner sebagai salah satu kekuatan utama Kota Medan.

“Medan adalah kota perdagangan dan kota kuliner. Ini harus kita perkuat sebagai identitas kota dan didukung kebijakan investasi yang tepat,” ujarnya.

Menurut Rico Waas, penguatan iklim perdagangan dari hulu ke hilir, termasuk hilirisasi, menjadi kunci agar investasi memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat. Hal tersebut, lanjutnya, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pertumbuhan ekonomi kota bergerak lebih cepat melalui perencanaan yang kuat, ide kreatif, serta strategi adaptif terhadap dinamika nasional dan global.

Meski realisasi investasi tinggi, Rico Waas mengingatkan agar Kota Medan tidak berpuas diri. Tahun 2026–2027 dinilainya sebagai fase krusial untuk memastikan investasi tidak stagnan, melainkan mampu mendorong industrialisasi dan penciptaan produk unggulan.

“Kita harus jelas produknya apa dan arah industrinya ke mana. Ini yang perlu kita siapkan bersama,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemangku kepentingan, mulai dari pelayanan perizinan, pendampingan investor, tata ruang, lingkungan hidup, ketertiban umum, hingga layanan kesehatan dan keamanan wilayah.

Rico Waas mengingatkan agar tidak ada lagi hambatan birokrasi dalam proses investasi, khususnya perizinan seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk menutup celah praktik tidak sehat yang merugikan investor.

“Jika investor gelisah karena perizinan sulit atau koordinasi lemah, itu menjadi masalah besar bagi investasi di Kota Medan,” ujarnya.

Dalam forum penyusunan RKPD 2027 tersebut, Rico Waas mengajak seluruh OPD dan pemangku kepentingan memiliki visi yang sama dalam menarik, menjaga, dan menyiapkan investasi di Kota Medan.

“Kita tidak bisa bekerja secara pasif dan normatif. Kondisi ekonomi dan masyarakat terus berubah, maka kita juga harus adaptif dan bergerak lebih agresif,” pungkasnya.

Selain isu investasi, Rico Waas juga menyinggung pentingnya kesiapsiagaan bencana. Ia menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus dibarengi penguatan perencanaan agar pembangunan tidak terus berulang pada perbaikan yang sama. Untuk itu, peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Medan Azmi menjelaskan, target investasi Kota Medan tahun 2025 sebesar Rp7,635 triliun, dengan realisasi mencapai Rp14,599 triliun.

Menurutnya, terdapat lima sektor dengan capaian realisasi investasi terbesar, yakni sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi; perumahan, kawasan industri dan perkantoran; perdagangan dan reparasi; hotel dan restoran; serta industri makanan. (Vin)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *