VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas guna memperkuat perekonomian masyarakat dan meningkatkan daya saing produk lokal. Penguatan dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, kesinambungan produksi, legalitas usaha, akses permodalan hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pasar.
Rico menilai UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, termasuk menopang pendapatan keluarga. Karena itu, pelaku usaha di Kota Medan tidak cukup hanya mempertahankan usahanya, tetapi harus mampu mengembangkan produk dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Hal tersebut disampaikan Rico saat menghadiri Learning Event Program Financial Inclusion for Women Entrepreneur di Grand Ballroom Universitas Prima Indonesia, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan DBS Foundation bersama Mercy Corps Indonesia tersebut menargetkan pelatihan bagi 6.000 pelaku UMKM di Medan, dengan 800 peserta mengikuti kegiatan secara langsung.
Menurut Rico, produk UMKM dari 21 kecamatan di Kota Medan memiliki potensi untuk bersaing, terutama dari sisi rasa. Namun, kualitas tersebut perlu diperkuat dengan kemasan dan tampilan produk yang menarik untuk meningkatkan daya tarik konsumen.
“Orang jualan itu kadang-kadang kelihatan visualnya dulu. Orang tertarik dan berkeinginan membeli diawali dari visualnya,” ujar Rico sembari menunjukkan contoh produk sumpia UMKM yang telah dikemas menarik dan dipasarkan di Mal Pelayanan Publik (MPP).
Selain kualitas produk, Rico meminta pelaku UMKM menjaga konsistensi produksi. Stabilitas produksi menjadi penting sebelum pelaku usaha memperluas pemasaran ke tingkat nasional maupun internasional.
“Pemahaman permodalan, penetapan target pasar, dan karakter produk yang kreatif menjadi kunci utama agar UMKM memiliki niche market sendiri,” katanya.
Rico juga meminta penguatan UMKM diikuti pemenuhan aspek legalitas. Ia menginstruksikan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan aktif mendata serta mendampingi pelaku usaha yang belum memiliki PIRT, BPOM, Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikasi Halal.
“Pendampingan harus dilakukan secara personal karena tiap UMKM memiliki dinamika masalah yang berbeda,” tegasnya.
Untuk memperluas pasar, Rico mengajak pelaku UMKM, khususnya pengusaha perempuan, memanfaatkan telepon pintar dan media sosial secara optimal. WhatsApp, Facebook, Instagram hingga TikTok dapat digunakan sebagai sarana promosi dan pemasaran untuk meningkatkan jangkauan konsumen serta omzet usaha.
Rico berharap penguatan kapasitas melalui pelatihan tersebut dapat mendorong produk UMKM Kota Medan semakin kompetitif, memperluas pasar dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan serta perekonomian keluarga.
“Saya berharap melalui pelatihan ini menjadi pijakan nyata agar produk-produk UMKM Kota Medan semakin diminati, laris manis, dan mampu bersaing di papan atas,” harapnya. (V24/ART/RT)









