Sekda Provsu Minta Proyek Perubahan PKA-PKP Diterapkan di Unit Kerja

Sumut4 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara, Timur Tumanggor, menegaskan proyek perubahan yang disusun peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Tahun 2026 harus benar-benar diterapkan di unit kerja.

Menurut Timur, proyek perubahan tersebut tidak boleh sekadar menjadi persyaratan dalam proses pendidikan dan pelatihan, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Timur saat membuka PKA dan PKP Tahun 2026 di Aula Beringin Lantai 5 Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara, Jalan Ngalengko Nomor 1, Medan, Senin (28/9/2026).

“Pelatihan kepemimpinan merupakan sarana strategis untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas kepemimpinan aparatur sipil negara (ASN). Aparatur tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus memiliki kemampuan mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, membangun kolaborasi, serta beradaptasi terhadap perubahan,” kata Timur.

Dalam kesempatan itu, Timur menekankan tiga hal yang harus menjadi perhatian peserta, yakni integritas, orientasi pada hasil, serta inovasi dan kolaborasi.

Terkait integritas, Timur mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan secara bertanggung jawab. Peserta diminta menggunakan kewenangan secara transparan dan menjauhkan diri dari praktik yang dapat merugikan diri sendiri maupun organisasi.

Sementara terkait orientasi pada hasil, aparatur diminta tidak hanya berfokus pada rutinitas dan penyelesaian administrasi. Setiap pekerjaan harus memberikan manfaat dan menghasilkan capaian nyata bagi masyarakat.

“Untuk inovasi dan kolaborasi, tantangan pemerintahan semakin kompleks sehingga tidak semua persoalan dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah. Karena itu, diperlukan kepemimpinan yang mampu bekerja lintas sektor, memanfaatkan teknologi dan data, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya.

Timur berharap pelatihan tersebut melahirkan pemimpin perubahan yang mampu menyederhanakan proses kerja, mempercepat pelayanan, meningkatkan efisiensi anggaran, serta menghadirkan inovasi di unit kerja masing-masing.

“Saya berharap dari pelatihan ini lahir pemimpin-pemimpin perubahan yang mampu menyederhanakan proses kerja, mempercepat pelayanan, meningkatkan efisiensi anggaran dan menghadirkan inovasi di unit kerja masing-masing,” katanya.

Ia kembali menegaskan agar proyek perubahan tidak berhenti sebagai dokumen atau sekadar memenuhi persyaratan pelatihan.

“Proyek perubahan bukan merupakan seremoni di diklat, tetapi benar-benar digunakan dan diterapkan di organisasi setelah nanti selesai mengikuti Diklat PKA maupun PKP,” tegasnya.

Timur juga meminta peserta membawa semangat baru setelah kembali ke unit kerja masing-masing, bekerja lebih cepat dan tepat dalam mengambil keputusan, mampu menyelesaikan berbagai persoalan, serta semakin nyata memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Keberagaman asal peserta ini menjadi kekuatan tersendiri. Di sinilah ruang untuk saling belajar, bertukar pikiran, bertukar pengalaman. Mari kita bangun birokrasi Sumatera Utara yang profesional, berintegritas, inovatif dan berorientasi pada hasil,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala BPSDM Sumut Agustinus Panjaitan mengatakan, pelaksanaan PKA dan PKP Tahun 2026 merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi manajerial aparatur, khususnya pejabat administrator dan pejabat pengawas.

“Selain peningkatan kompetensi, pelatihan juga menjadi wadah untuk memperkuat jejaring kepemimpinan dan kolaborasi lintas instansi antara peserta, tenaga pengajar, coach, mentor dan penguji,” katanya.

Agustinus menjelaskan, PKA dan PKP Tahun 2026 diikuti 288 peserta, terdiri atas 154 peserta PKA dan 134 peserta PKP. Peserta berasal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara, serta instansi vertikal.

Kedua pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 18 Desember 2026. Pembukaan kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Selatan Jafar Syahbuddin Ritonga, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumut Muhammad Suib, serta sejumlah kepala BKPSDM kabupaten/kota. (V24/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *