Ribuan Massa Sekber Oikumenis Desak Gubernur Sumut Tutup PT TPL

Headline74 views

VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Aksi unjuk rasa menuntut penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL) berlangsung di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (10/11/2025).

Ribuan massa yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara menyerukan agar perusahaan TPL diusir dari Tanah Batak.

Dalam aksi tersebut, Koordinator Aksi Rokki Pasaribu menyampaikan orasi dari atas mobil komando, menyoroti sikap Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution yang dinilai lebih berpihak kepada perusahaan TPL dibanding masyarakat.

“Gubernur telah menunjukkan itikad politik yang lebih mementingkan perusahaan TPL ketimbang rakyatnya. Padahal banyak masyarakat menjadi korban kekerasan dan tindakan semena-mena perusahaan,” ujar Rokki, disambut sorak dukungan massa.

Rokki menilai Gubernur Bobby tidak seharusnya hanya melihat persoalan ini dari sisi hukum semata, tetapi juga dari aspek historis dan sosial, sebab masyarakat telah turun-temurun tinggal di wilayah yang kini dikuasai perusahaan.  Kita akan meminta komitmen Gubernur Sumatera Utara terhadap tuntutan kita, yaitu menutup TPL, tegasnya.

Ia menambahkan, aksi ini juga menjadi sarana untuk menguji keberpihakan Gubernur terhadap rakyat atau perusahaan.

“Kalau Gubernur tidak berpihak kepada korban-korban TPL, maka kita akan bertanya: Gubernur ini gubernur siapa? Gubernur TPL? Kalau begitu biarkan saja dia memimpin TPL, tidak usah memimpin kita,” kata Rokki.

Menurut Rokki, banyak pelanggaran yang dilakukan TPL terhadap masyarakat, termasuk di wilayah Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan. Di Sipirok, kawan-kawan kita yang muslim mengalami kerugian karena pohon-pohon karet mereka ditebang dan diganti dengan pohon eukaliptus, ungkapnya.

Rokki menegaskan bahwa gerakan tutup TPL bukan gerakan sektarian, melainkan bentuk kesadaran kolektif lintas agama dari masyarakat yang menjadi korban dampak operasional perusahaan.

Ribuan massa mulai berdatangan ke lokasi sejak pukul 10.30 WIB. Gelombang pertama terdiri dari pendeta, rohaniawan Katolik, dan jemaat dari berbagai denominasi gereja yang datang dari arah Gereja HKBP Uskup Agung.

Gelombang kedua datang dari arah Jalan Cut Meutia, setelah sebelumnya berkumpul di Lapangan Merdeka. Gelombang ketiga juga berasal dari arah yang sama, disusul gelombang keempat yang terdiri dari ratusan mahasiswa Universitas HKBP Nommensen (UHN).

Selain itu, sejumlah organisasi mahasiswa dan pemuda turut bergabung, di antaranya PMKRI, GAMKI, dan GMNI. Seluruh peserta aksi bersatu dalam seruan yang sama: menuntut penutupan PT Toba Pulp Lestari. (V24/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *