VIRAL24.CO.ID – MEDAN — Inovasi digital Pemerintah Kota Medan dalam pengelolaan pajak daerah melalui QRESTO (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization) mulai direplikasi oleh 12 pemerintah kota anggota APEKSI Komisariat Wilayah (Komwil) I sebagai upaya memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Replikasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Adaptasi dan Replikasi Sistem Pembayaran Pajak Barang dan Jasa Tertentu melalui mekanisme pemisahan pembayaran dalam Seminar Rembug Fiskal Komwil I APEKSI 2026 di Harris Hotel & Suites Nagoya Batam, Kamis (27/8/2026).
Penandatanganan PKS dilakukan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, M. Agha Novrian, bersama 12 kepala Bapenda kota anggota APEKSI Komwil I. Prosesi tersebut disaksikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama para wali kota anggota APEKSI Komwil I yang hadir.
Rico Waas mengatakan pengelolaan PAD tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan penerimaan. Menurutnya, sistem pengelolaan pendapatan daerah harus dibangun secara tertib, transparan, efektif, mudah diawasi, serta tetap memberikan kemudahan bagi masyarakat dan dunia usaha.
“Saya berkesempatan hadir di Seminar Rembug Fiskal dalam rangka peningkatan PAD, sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang duplikasi aplikasi QRESTO,” ujar Rico.
Menurutnya, agenda tersebut merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Komwil I APEKSI yang digelar di Kota Banda Aceh pada April 2026. Salah satu langkah yang didorong adalah pemanfaatan teknologi untuk memperkuat pengelolaan pendapatan daerah melalui QRESTO.
Rico menjelaskan, QRESTO merupakan inovasi digital yang dapat diadaptasi pemerintah kota lain sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. Pemanfaatan sistem tersebut diharapkan dapat membuat pengelolaan pajak lebih efektif, penataan data lebih baik, sekaligus memperkuat pengawasan.
“QRESTO merupakan bentuk pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengelolaan pendapatan daerah agar lebih efektif, data lebih tertata, dan pengawasan semakin baik,” jelasnya.
Rembug fiskal tersebut juga menjadi ruang bagi pemerintah kota anggota APEKSI Komwil I untuk bertukar gagasan, pengalaman, dan inovasi dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah. Melalui kerja sama tersebut, inovasi QRESTO diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi dilanjutkan dengan pengembangan dan penerapan secara nyata di masing-masing pemerintah kota.
Rico berharap pertukaran inovasi antardaerah dapat mempercepat peningkatan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat tata kelola pendapatan. Ia menegaskan, peningkatan PAD harus berjalan beriringan dengan transparansi dan efektivitas agar setiap kebijakan pendapatan tetap memberikan kemudahan bagi masyarakat dan dunia usaha serta dapat dipertanggungjawabkan.
“Semoga melalui rembug fiskal dan kerja sama ini, kita dapat terus saling berbagi, memperkuat kemandirian fiskal, serta menghadirkan pengelolaan pemerintahan yang semakin efektif dan transparan,” pungkasnya. (V24/ART/RT)






