VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meluncurkan aplikasi Qresto (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization), sistem pembayaran pajak daerah berbasis digital dengan mekanisme split bill atau pemisahan tagihan secara real-time, di Sushi Tei Sun Plaza, Senin (27/4/2026).
Melalui inovasi ini, Kota Medan menjadi daerah pertama di Indonesia yang menerapkan pemisahan otomatis antara pembayaran transaksi dan pajak restoran, kafe, hingga hotel yang langsung masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Peluncuran tersebut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Rudy Hutabarat, Kepala Kantor Perwakilan LPS I Medan Jimmy Ardianto, Direktur TI dan Operasional Bank Sumut Sandhy Sofian, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan M. Agha Novrian.
Dalam sambutannya, Rico Waas menjelaskan Qresto hadir untuk meningkatkan transparansi pengelolaan pajak, khususnya dari sektor restoran. Ia menegaskan, sistem tersebut dirancang untuk mencegah potensi kebocoran pajak sekaligus meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Menurut Rico, implementasi Qresto merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Medan, Bank Indonesia, dan Bank Sumut. Sistem ini diharapkan memberikan sejumlah manfaat, antara lain meningkatkan akurasi data pajak, meminimalisasi potensi kebocoran, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan daerah.
Rico juga mengapresiasi Sushi Tei yang menjadi mitra perdana dalam implementasi sistem tersebut. Restoran yang telah terintegrasi dengan Qresto nantinya akan ditandai sebagai “restoran berintegritas” dalam pengelolaan pajak.
Peluncuran Qresto ditandai dengan pertukaran dokumen kerja sama antara Pemerintah Kota Medan dan pihak perbankan, serta simulasi penggunaan aplikasi oleh Wali Kota saat melakukan transaksi pembayaran di lokasi.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Rudy Hutabarat menyatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong digitalisasi transaksi keuangan daerah guna mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD).
Direktur TI dan Operasional Bank Sumut Sandhy Sofian menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan perbankan menjadi faktor utama dalam percepatan pengembangan aplikasi tersebut. (Vin)






