Putus Diterjang Banjir 2025, Gubsu Resmikan Jembatan Idano Noyo di Nias

Sumut71 views

VIRAL24.CO.ID – NIAS BARAT – Jembatan Idano Noyo yang menghubungkan Kabupaten Nias Barat dan Nias Selatan resmi rampung dan kembali difungsikan. Jembatan tersebut sebelumnya putus akibat diterjang banjir pada Maret 2025.

Pembangunan ulang jembatan dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara dan diresmikan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution di Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, Rabu (11/2/2026) malam.

Jembatan tipe A dengan struktur baja itu memiliki panjang 95 meter dan lebar 9 meter. Proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp46,7 miliar.

“Pas ini mulai dibangun banyak yang meragukan, ada yang mengatakan masa jabatan habis tidak akan selesai, anggaran tidak cukup. Namun di awal 2026 ini kita selesaikan dan sudah bisa digunakan secara umum,” ujar Bobby saat peresmian.

Selain pembangunan jembatan, Pemprov Sumut juga memperbaiki ruas jalan provinsi dari Gunungsitoli menuju Mandrehe sepanjang sekitar 50 kilometer. Perbaikan tersebut memangkas waktu tempuh dari sekitar dua jam menjadi kurang dari satu jam.

Bobby menyebutkan, sepanjang 2025 Pemprov Sumut mengalokasikan anggaran sekitar Rp250 miliar untuk pembangunan di Kepulauan Nias.

“Tidak usah berterima kasih karena ini kewajiban kami. Justru kami yang berterima kasih karena pekerjaan ini didukung pemerintah daerah sehingga berjalan lancar,” katanya.

Untuk 2026, Pemprov Sumut merencanakan alokasi anggaran sekitar Rp300 miliar guna melanjutkan pembangunan di wilayah Kepulauan Nias. Ia berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Semoga upaya pemerataan pembangunan ini semakin menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Salah seorang pedagang kebutuhan pokok, Christina Gulo, mengaku omzet dagangannya meningkat hingga 50 persen sejak jalan dan Jembatan Idano Noyo diperbaiki. Ia juga tidak lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi anaknya menyeberang sungai.

“Sekarang makin banyak orang lewat, omzet naik sampai 50 persen. Anak saya juga tidak perlu lagi bayar sampan untuk menyeberang,” katanya.

Peresmian tersebut turut dihadiri Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu, Bupati Nias Yaatulo Gulo, pimpinan DPRD setempat, unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut dan pemerintah kabupaten setempat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. (V24/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *