VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara bergerak cepat merespons keluhan masyarakat mengenai kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kota Medan pada saat wilayah tersebut dilanda banjir besar.
Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rudi Rifani, melalui Kasubdit IV/Tipidter Kompol Alan Haikel, mengatakan bahwa pihaknya telah menurunkan personel untuk mengecek langsung kondisi sejumlah SPBU yang dilaporkan kehabisan stok BBM. Tim juga meminta klarifikasi dari pihak Pertamina terkait situasi tersebut.
Dari hasil koordinasi, Pertamina menjelaskan bahwa beberapa SPBU telah menerima suplai tambahan dari Terminal BBM Dumai dengan total 656.000 liter untuk kebutuhan penanganan darurat. Adapun proses pemulihan penyaluran dari FT Medan Group masih berlangsung dan dilakukan secara bertahap.
“Mengingat cuaca sudah membaik dan gelombang laut mulai turun, kapal yang membawa produk Pertalite, Pertamax, dan Biosolar sudah dapat bersandar,” ujar Kompol Alan Haikel saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (28/11). Hal ini memungkinkan penyaluran BBM kembali berjalan normal dalam waktu dekat.
Ia menambahkan, Pertamina telah memulai proses recovery penyaluran BBM sejak pagi dan diperkirakan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Masyarakat pun diimbau untuk membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi berjalan lancar dan merata.
Sementara itu, pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU, salah satunya di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Kota. Warga mengaku khawatir kehabisan bahan bakar karena tingginya permintaan dan terbatasnya pasokan selama banjir.
Kelangkaan BBM di Medan terjadi setelah beberapa SPBU tidak mendapatkan suplai akibat terganggunya distribusi sejak banjir melanda kota itu pada Kamis (27/11) pagi. Polda Sumut memastikan tetap memantau distribusi BBM dan berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. (V24/Mwd)










