Pemkab Simalungun Tinjau Bendung Rusak, 151,6 Hektare Sawah Terdampak

Simalungun2 views

VIRAL24.CO.ID – SIMALUNGUN – Kerusakan dua bendung irigasi akibat banjir mengancam kelancaran pengairan sekitar 151,6 hektare lahan pertanian di Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas pengolahan lahan dan produktivitas pertanian masyarakat yang bergantung pada pasokan air dari kedua infrastruktur tersebut.

Dua bendung yang mengalami kerusakan yakni Bendung Tanjung Marihat yang selama ini melayani areal persawahan sekitar 66 hektare dan Bendung Kampung Baru Hilir yang mengairi lahan pertanian seluas kurang lebih 85,6 hektare. Kerusakan tersebut ditinjau langsung Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Budiman Silalahi, di Nagori Sei Merbau, Kecamatan Ujung Padang, Senin (7/9/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memetakan tingkat kerusakan sekaligus melihat dampaknya terhadap aktivitas petani. Pemerintah Kabupaten Simalungun menilai pemulihan fungsi irigasi penting dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha tani dan mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.

“Pemerintah Kabupaten Simalungun terus berkomitmen memberikan perhatian penuh terhadap kebutuhan masyarakat, terutama para petani. Infrastruktur irigasi merupakan penopang utama produktivitas pertanian dan kunci terwujudnya ketahanan pangan yang kokoh bagi kita semua,” ujar Budiman saat berada di lokasi.

Menurut Budiman, hasil pemeriksaan lapangan akan menjadi bahan koordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan serta rencana perbaikan. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil langkah yang tepat agar distribusi air ke lahan pertanian kembali normal.

Sementara itu, petani setempat, Muda Bakkara, mengatakan kerusakan bendung membuat petani harus menggunakan mesin pompa untuk memenuhi kebutuhan air persawahan. Kondisi tersebut menambah biaya operasional yang harus dikeluarkan petani setiap kali melakukan pengairan maupun pengolahan tanah.

“Untuk lahan seluas sekitar 2.400 meter persegi saja, kami harus mengeluarkan biaya bahan bakar Pertalite hingga sekitar Rp120.000 setiap kali pengairan atau pengolahan tanah. Ini tentu menjadi beban tambahan yang berat bagi kami,” ungkap Muda.

Menurutnya, perbaikan kedua bendung sangat dibutuhkan agar petani dapat kembali mengelola lahan dengan biaya yang lebih efisien. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan saluran irigasi yang rusak.

Dalam peninjauan tersebut, Budiman juga menyempatkan diri menyapa petani yang tengah bekerja di areal persawahan serta melihat langsung penggunaan mesin pompa untuk mengairi lahan. Pemerintah Kabupaten Simalungun menegaskan akan menindaklanjuti hasil peninjauan tersebut melalui koordinasi dengan pihak terkait.

Pemulihan kedua bendung diharapkan dapat mengembalikan kelancaran pasokan air ke areal persawahan, mengurangi beban biaya pengairan yang ditanggung petani, serta menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Kecamatan Ujung Padang. (V24/RT)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *