VIRAL24.CO.ID – SIMALUNGUN – Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh. Jumhur Hidayat, menegaskan pentingnya audit lingkungan secara komprehensif dan pengawasan pengelolaan limbah untuk menjaga kelestarian Danau Toba. Hal itu disampaikannya dalam diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD) mengenai pelestarian dan kebersihan kawasan Danau Toba di Kantor Bupati Simalungun, Pematang Raya, Kamis (29/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Jumhur menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat harus berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan. Menurutnya, aktivitas ekonomi dan pariwisata tidak boleh mengorbankan kelestarian alam yang menjadi sumber kehidupan sekaligus daya tarik kawasan Danau Toba.
“Mencari penghidupan dan kesejahteraan boleh, tetapi jangan merusak lingkungan. Sekarang adalah waktunya segala sesuatu perlu ditertibkan. Saya sangat setuju dilakukan audit lingkungan secara komprehensif di Danau Toba,” tegas Jumhur.
Ia menjelaskan, upaya menjaga lingkungan Danau Toba perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk melalui pengawasan pengelolaan limbah dari fasilitas akomodasi dan usaha pariwisata di sekitar kawasan danau. Langkah tersebut diperlukan agar kegiatan ekonomi tetap berjalan tanpa merusak kualitas lingkungan.
Jumhur juga mengingatkan pentingnya menjaga keindahan dan fungsi Danau Toba sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat. Ia berharap pengelolaan kawasan tersebut dilakukan secara bertanggung jawab sehingga manfaat lingkungan dan ekonominya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Lingkungan Hidup beserta rombongan. Ia menilai status Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas dan bagian dari UNESCO Global Geopark menuntut komitmen bersama untuk menjaga kebersihan, keindahan, serta daya dukung lingkungannya.
“Kami membutuhkan arahan teknis, dukungan regulasi, dan sinergi program dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk membantu menjaga kelestarian dan kebersihan Danau Toba. Semoga FGD ini melahirkan solusi konkret yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan,” ujar Anton.
Bupati berharap diskusi tersebut menghasilkan langkah nyata yang dapat memperkuat pengelolaan lingkungan Danau Toba, sekaligus meningkatkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan.
Kedatangan Menteri Lingkungan Hidup di Kantor Bupati Simalungun disambut Bupati Anton Achmad Saragih bersama Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Penyambutan berlangsung dengan persembahan Tortor Sombah, tarian khas Simalungun sebagai bentuk penghormatan kepada tamu.
Pertemuan diawali dengan doa yang dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Simalungun, H. Ikhwanuddin Nasution, Lc., M.M. Hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, jajaran perangkat daerah, Ketua Dewan Pakar DPP Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT), Prof. Dr. John Hutagalung, Ketua Umum DPP KMDT, St. Edison Manurung, serta pemangku kepentingan lainnya.
Melalui pertemuan tersebut, diharapkan sinergi pemerintah dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga kelestarian Danau Toba, meningkatkan pengawasan lingkungan, serta memastikan pengembangan pariwisata berlangsung secara berkelanjutan. (V24/RT)






