VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Anggota Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus, SE., M.AP., meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera mengevaluasi dan mencopot Syerly dari jabatannya sebagai Lurah Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan. Permintaan itu disampaikan menyusul sikap dan ucapan Syerly saat seorang warga menyampaikan keluhan kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam kunjungan ke Kelurahan Paya Pasir.
Menurut Robi Barus, tindakan Syerly tidak mencerminkan etika seorang aparatur pemerintah maupun pemimpin wilayah. Ia menilai candaan yang dilontarkan kepada warga dalam forum resmi tersebut tidak pantas dilakukan.
“Kita minta Pemko Medan segera mencopot Lurah Paya Pasir. Sikap dan ucapannya sangat konyol dan tidak beretika. Sangat tidak mencerminkan dirinya sebagai pemimpin di wilayahnya,” kata Robi Barus, Kamis (30/7/2026).
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan itu menilai alasan Syerly yang menyebut dirinya mengenal warga tersebut dan menganggap ucapannya hanya sebagai candaan tidak dapat dijadikan pembenaran.
“Sekalipun dia mengenal warga tersebut, tidak pantas bercanda seperti itu. Apalagi saat itu ada Wali Kota Medan yang merupakan pimpinannya. Sementara warga tersebut sedang serius menyampaikan permohonannya kepada Wali Kota,” ujarnya.
Robi menjelaskan, pertemuan antara kepala daerah dengan masyarakat merupakan momen penting yang harus dihormati. Karena itu, sebagai lurah, Syerly seharusnya memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tanpa gangguan maupun komentar yang tidak pada tempatnya.
“Intinya itu bukan momen untuk bercanda. Dia harus paham menempatkan diri dan mengetahui kapan waktunya bercanda. Pertemuan masyarakat dengan kepala daerah adalah momen yang sakral dan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Robi berharap peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh camat dan lurah di Kota Medan agar lebih menjaga etika dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kejadian itu bukan hanya tidak menghormati Wali Kota Medan, tetapi juga tidak menghormati jabatan yang diamanahkan kepadanya. Saya meminta Lurah Paya Pasir dicopot, dan peristiwa ini harus menjadi pembelajaran bagi seluruh camat dan lurah di Kota Medan,” pungkasnya. (Vin)







