Jalan di Desa Talujusua Putus, Warga Gunakan Jalur Darurat dari Papan Kayu

VIRAL24.CO.ID – NIAS SELATAN – Akses transportasi yang menghubungkan Kecamatan Sidua’ori dengan sejumlah kecamatan di Kabupaten Nias Selatan, yakni Gomo, Boronadu, Uluidanotae, Idanotae, Hilimbowo, Ulumazo, dan Umbunasi, putus total setelah badan jalan di wilayah Desa Talujusua mengalami kerusakan parah pada Sabtu (8/8/2026) sekitar subuh.

Pantauan wartawan di lokasi pada Sabtu sekitar pukul 13.34 WIB, menunjukkan badan jalan mengalami kerusakan hingga kendaraan roda empat belum dapat melintas. Kondisi tersebut mengganggu mobilitas masyarakat yang selama ini mengandalkan jalur tersebut sebagai akses utama antarkecamatan.

Terputusnya akses jalan juga berpotensi menghambat distribusi kebutuhan pokok, pengangkutan hasil pertanian, serta akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan pusat kegiatan ekonomi.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, warga secara swadaya membuat jalur darurat menggunakan papan kayu di sekitar lokasi jalan yang terputus. Jalur sementara itu baru dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua dengan tingkat kehati-hatian tinggi.

Sementara itu, kendaraan roda empat masih belum dapat melintas karena badan jalan terputus total. Kondisi jalur darurat yang dibuat warga juga dinilai berisiko terhadap keselamatan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang membawa barang.

Kepala Dusun IV Kecamatan Sidua’ori, Julfan Jaya Laia, berharap Pemerintah Kabupaten Nias Selatan segera turun ke lokasi dan mengambil langkah penanganan terhadap kerusakan jalan tersebut.

Ia meminta pemerintah tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi juga segera menyediakan akses sementara yang aman sembari menyiapkan penanganan permanen agar jalur transportasi masyarakat kembali normal.

“Harapan kami Pemerintah Kabupaten Nias Selatan segera turun ke lokasi dan mengambil langkah cepat. Jalan ini merupakan akses penting bagi masyarakat. Kalau dibiarkan, aktivitas warga semakin sulit, terutama untuk kendaraan roda empat,” ujar Julfan.

Menurutnya, kondisi jalan yang putus menyulitkan masyarakat, terutama ketika warga membutuhkan akses menuju pusat pemerintahan, fasilitas kesehatan, sekolah, serta untuk mengangkut hasil pertanian dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pemerhati Kepulauan Nias, Abdul Rahman Buulolo, juga mendesak Pemerintah Kabupaten Nias Selatan memberikan perhatian serius terhadap kerusakan jalan tersebut.

Abdul Rahman meminta instansi teknis segera melakukan pemeriksaan langsung di lapangan dan menentukan langkah penanganan yang tepat. Menurut dia, jalan yang menghubungkan sejumlah kecamatan merupakan infrastruktur vital yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

“Pemerintah Kabupaten Nias Selatan harus segera turun tangan. Jangan sampai masyarakat dibiarkan menghadapi kondisi jalan yang putus total tanpa penanganan. Minimal harus ada akses darurat yang aman sambil menunggu perbaikan permanen,” tegas Abdul Rahman.

Ia juga meminta pemerintah memastikan keselamatan warga yang terpaksa menggunakan jalur darurat hasil swadaya. Penggunaan papan kayu sebagai akses sementara dinilai berisiko, khususnya bagi warga yang membawa barang atau melintas dengan sepeda motor.

Menurut Abdul Rahman, penanganan jalan tersebut tidak boleh berhenti pada perbaikan sementara. Pemerintah perlu mengevaluasi kondisi badan jalan secara menyeluruh dan memastikan pembangunan kembali menggunakan konstruksi yang kuat serta memperhitungkan karakteristik geografis wilayah.

“Jangan hanya menunggu sampai ada korban baru dilakukan penanganan. Keselamatan dan akses masyarakat harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Nias Selatan mengenai langkah penanganan terhadap badan jalan yang terputus di wilayah Desa Talujusua.

Masyarakat berharap pemerintah segera turun ke lokasi, membuka akses darurat yang aman, dan melakukan penanganan permanen sehingga konektivitas transportasi kembali normal dan aktivitas warga di sejumlah kecamatan yang bergantung pada jalur tersebut tidak semakin terganggu. (CF)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *